Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - PT PAL Indonesia membuka peluang kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) di sektor maritim dan industri pertahanan dengan menerima kunjungan resmi Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya Christopher Green.
"Kunjungan perdana ini membuka ruang dialog strategis untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat khususnya di sektor maritim dan industri pertahanan," kata Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT PAL Indonesia Briljan Gazalba di Surabaya, Senin.
Briljan mengatakan PT PAL sebagai National Consolidator industri pertahanan nasional membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis global yang memiliki visi serupa dalam membangun rantai pasok pertahanan yang tangguh, inovatif, dan berkelanjutan.
Terlebih, transformasi yang dijalankan PT PAL menjadi fondasi untuk membangun ekosistem industri maritim dan pertahanan nasional,
Selain itu, kata dia, PT PAL telah mendapatkan tugas dari pemerintah untuk mengonsolidasikan seluruh industri maritim dalam negeri.
Briljan menuturkan pertemuan ini juga membahas tentang penguatan kolaborasi industri pertahanan Indonesia dan AS termasuk peran trusted industrial partnership dalam membangun rantai pasok pertahanan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Bagi PT PAL, kunjungan Konsul Jenderal Amerika Serikat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang teknologi maritim, penguatan rantai pasok industri pertahanan, pengembangan kapabilitas MRO, serta berbagai inisiatif strategis lainnya yang mendukung keamanan dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
"Kami percaya kemitraan yang dilandasi kepercayaan dan transfer kapabilitas akan memberikan nilai tambah, tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga bagi stabilitas kawasan Indo-Pasifik," ujarnya.
Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya Christopher Green menilai transformasi PT PAL melalui implementasi Industry Maritime 4.0 (IM4) telah berhasil meningkatkan efisiensi proses produksi.
“Kami memandang PT PAL sebagai mitra industri penting yang dapat berkontribusi pada tujuan bersama kami dalam mempromosikan keamanan regional, ketahanan ekonomi, dan kolaborasi industri yang terpercaya." kata Green.
Menurutnya, digitalisasi yang diterapkan perusahaan mampu memangkas waktu pembangunan kapal maupun proses docking secara signifikan, sehingga menjadikan PT PAL memiliki daya saing industri di tingkat global.
“Prestasi ini tidak hanya meningkatkan keunggulan operasional PT PAL tetapi juga memperkuat daya saing Indonesia di industri pembuatan kapal global bersama negara produsen kapal yang sudah mapan. Kami berharap dapat menjajaki peluang untuk kerja sama yang lebih dalam di tahun-tahun mendatang" ujarnya.
Baca juga: PT PAL segera luncurkan kapal Landing Dock Filipina akhir Juni 2026
Baca juga: PT PAL lakukan kerja sama maritim dengan perusahaan Rusia
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































