Prodia siap "buyback" Rp150 miliar demi jaga stabilitas harga saham

3 hours ago 4
Sebagai perusahaan dengan fundamental yang kuat, kami memandang buyback sebagai langkah strategis untuk menunjukkan keyakinan perseroan terhadap prospek bisnis jangka panjang

Jakarta (ANTARA) - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) berencana melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham sebesar-besarnya Rp150 miliar, sebagai komitmen menjaga stabilitas harga saham sekaligus memperkuat kepercayaan pemegang saham terhadap prospek jangka panjang perseroan.

Buyback saham akan dilaksanakan paling lama tiga bulan sejak diumumkan yaitu sejak tanggal 20 Agustus 2026 hingga 19 November 2026, sesuai ketentuan POJK Nomor 13 Tahun 2023, POJK Nomor 29 Tahun 2023, dan Surat OJK Nomor S-10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026.

“Sebagai perusahaan dengan fundamental yang kuat, kami memandang buyback sebagai langkah strategis untuk menunjukkan keyakinan perseroan terhadap prospek bisnis jangka panjang,” ujar Direktur Utama Prodia, Liana Kuswandi sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Di tengah dinamika pasar saham, Ia menyampaikan ingin terus memperkuat kepercayaan investor sekaligus mengoptimalkan nilai bagi para pemegang saham.

“Perseroan akan melaksanakan buyback secara prudent dengan tetap mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Liana.

Director of Finance & Sustainability sekaligus Corporate Secretary Prodia, Marina Eka Amalia menambahkan bahwa pelaksanaan buyback saham akan dilakukan secara terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan perseroan.

"Buyback ini didukung oleh kondisi likuiditas, arus kas, dan fundamental perseroan yang sehat. Langkah ini juga mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kinerja perseroan yang terus membaik serta prospek pertumbuhan bisnis ke depan," ujar Marina.

Baca juga: Prodia membukukan pendapatan Rp1,11 triliun pada semester I

Baca juga: Prodia Diagnostic raih dana Rp62,74 miliar lewat IPO di pasar modal RI

Pihaknya melihat harga saham saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental perseroan, sehingga buyback saham merupakan satu bentuk alokasi modal yang dinilai tepat untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Pihaknya memastikan pendanaan buyback saham seluruhnya berasal dari kas internal, sehingga tidak mengganggu kegiatan operasional, rencana ekspansi, maupun kemampuan dalam memenuhi seluruh kewajiban keuangan perseroan..

“Perseroan tetap berkomitmen menjaga disiplin keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Marina.

Ia menjelaskan buyback saham merupakan langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, menjaga stabilitas harga saham, memperkuat kepercayaan pasar, serta mengoptimalkan struktur permodalan sehingga dapat memberikan nilai yang berkelanjutan bagi pemegang saham.

Perseroan meyakini pelaksanaan buyback saham tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan karena didukung oleh modal kerja dan arus kas yang memadai.

“Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan seluruh pemegang saham dan akan terus berfokus pada penguatan fundamental bisnis, penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan” ujar Marina.

Baca juga: Prodia hadirkan inovasi Smart Report 2.0 dan fitur Health Plan

Baca juga: Prodia resmikan Brawijaya Genomic Centre

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |