Sebanyak 388 siswa Sekolah Unggul Garuda lolos kampus dunia

3 hours ago 5
Dampak yang sudah terukur jelas dari program ini adalah lonjakan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi yang berhasil lolos seleksi masuk perguruan tinggi luar negeri terbaik dunia, naik 177 persen dari 140 siswa pada tahun ajaran 2024/2025 yang la

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengatakan sebanyak 388 siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi lolos ke perguruan tinggi terbaik dunia pada tahun ajaran 2025/2026.

"Dampak yang sudah terukur jelas dari program ini adalah lonjakan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi yang berhasil lolos seleksi masuk perguruan tinggi luar negeri terbaik dunia, naik 177 persen dari 140 siswa pada tahun ajaran 2024/2025 yang lalu menjadi 388 siswa pada tahun 2025/2026," kata Qodari dalam konferensi pers Update Program Prioritas di Auditorium Bakom, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, jumlah tersebut meningkat 177 persen dibandingkan 140 siswa pada tahun ajaran 2024/2025.

Para siswa diterima di sejumlah perguruan tinggi dunia, antara lain University of New South Wales di Australia, Nanyang Technological University di Singapura, University of Toronto di Kanada, dan University of California Berkeley di Amerika Serikat.

Baca juga: Raih beasiswa ke Belanda, lulusan SMA Garuda bertekad membangun bangsa

Sebagian lainnya diterima di University of Oxford di Inggris, Wageningen University and Research di Belanda, serta Paris Sciences et Lettres di Prancis.

Qodari mengatakan pengembangan talenta peserta didik dilakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri dan berbagai mitra pendidikan.

Program tersebut meliputi persiapan SAT dan IELTS, penguatan kemampuan bahasa asing, pelatihan personal branding dan penulisan esai, penguatan karakter, fasilitasi pendaftaran ke perguruan tinggi terbaik dunia, serta riset kolaboratif STEM.

Capaian lainnya terlihat dari Beasiswa Garuda 2026 yang telah menempatkan 515 penerima di berbagai perguruan tinggi terbaik dunia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 370 penerima berasal dari gelombang pertama dan 145 penerima dari gelombang kedua.

Baca juga: Kemdiktisaintek dorong lulusan Sekolah Garuda ikuti seleksi beasiswa

Australia menjadi negara tujuan terbanyak dengan 138 penerima, disusul Singapura 72 orang, Kanada 70 orang, perguruan tinggi dalam negeri 140 orang, Hong Kong 38 orang, Amerika Serikat 20 orang, dan Inggris 17 orang.

Penerima lainnya tersebar di Belanda, China, Korea Selatan, Belgia, dan Prancis.

Sekolah Unggul Garuda terbagi dalam dua skema, yakni Sekolah Unggul Garuda Baru dan Sekolah Unggul Garuda Transformasi.

Sekolah Unggul Garuda Baru merupakan satuan pendidikan formal jenjang menengah atas yang sekaligus menjadi satuan kerja Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan fokus mempersiapkan lulusan unggul dan berdaya saing global, khususnya bidang STEM.

Baca juga: BRIN siapkan ekosistem riset inovasi tampung lulusan Sekolah Garuda

Pada tahun ajaran 2025/2026, empat Sekolah Unggul Garuda Baru telah beroperasi di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur; Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung; Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara; dan Bulungan, Kalimantan Utara.

Sementara itu, Sekolah Unggul Garuda Transformasi menyasar sekolah yang diselenggarakan pemerintah, pemerintah daerah, maupun masyarakat serta memiliki rekam jejak keunggulan.

Sekolah tersebut mendapatkan program pengayaan bagi peserta didik kelas XI dan XII, guru dan tenaga kependidikan, serta manajemen sekolah.

Pada 2025 telah ditetapkan 12 Sekolah Unggul Garuda Transformasi. Jumlah itu bertambah menjadi 30 sekolah pada 2026 sehingga secara keseluruhan terdapat 42 sekolah di 15 provinsi.

Pemerintah menargetkan jumlah Sekolah Unggul Garuda Transformasi mencapai 80 sekolah dalam lima tahun. Untuk mencapai target tersebut, 20 sekolah baru akan ditetapkan pada 2027 dan 18 sekolah pada 2028.

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia / Azhfar Muhammad
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |