Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendengarkan keluhan warga terdampak gempa saat rombongannya melintasi Kampung Kajulaki, Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Dalam keterangan tertulis Kementerian Dalam Negeri yang diterima di Jakarta, Rabu, warga menyampaikan kondisi rumah, kekurangan air bersih, dan kebutuhan logistik kepada Mendagri.
"Pak seperti ini semua kondisi rumah di sini, Pak," kata salah seorang warga saat Tito turun dari mobil.
Warga lainnya juga menunjukkan kondisi air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: Mendagri minta pendataan kerusakan sekolah dan rumah ibadah di NTT
Mendagri kemudian mendengarkan keluhan warga satu per satu dan memastikan akan meneruskannya kepada kementerian dan lembaga terkait.
"Ya Ibu, mohon maaf, nanti bupati juga saya sampaikan secepat mungkin didata tiap orang rumahnya, desa ini rumahnya siapa, kemudian rusak ringan, sedang, atau berat," kata Tito.
Ia memastikan pemerintah menyiapkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Baca juga: Mendagri salurkan tali asih untuk korban meninggal akibat gempa NTT
Bantuan tersebut antara lain berupa stimulus biaya perbaikan rumah dengan nilai mulai Rp15 juta hingga Rp70 juta sesuai tingkat kerusakan.
"Karena nanti yang rusak ringan itu dibantu oleh BNPB, pemerintah, ada nanti dikasih tahu," ujarnya.
Tito juga menanyakan kondisi aliran listrik di rumah warga. Ia menyatakan siap meneruskan keluhan kepada Direktur Utama PT PLN (Persero) apabila listrik masih padam.
"(Listrik) hidup, Pak, sudah," jawab warga.
Baca juga: Pemerintah prioritaskan pemulihan infrastruktur pascagempa NTT
Setelah berbincang dengan warga, Tito mencari Ketua Rukun Tetangga setempat dan menitipkan bantuan Rp50 juta untuk dibagikan kepada warga terdampak.
"Ibu kuat ya, ini siapa ini? Ketua RT-nya, ya? Titip ini ada Rp50 (juta), bagi-bagi ya," kata Tito.
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































