Sumedang (ANTARA) - Polres Sumedang, Jawa Barat, menargetkan hasil penanaman bawang putih perdana di lahan seluas satu hektare mencapai sekitar tujuh ton guna mendukung program swasembada bawang putih serta mengembangkan sumber bibit secara mandiri.
Kapolres Sumedang AKBP Reza Ma'ruffi di Sumedang, Rabu, mengatakan target produksi tersebut menjadi hasil yang diharapkan dari penanaman perdana bawang putih di wilayah Kabupaten Sumedang.
"Nanti diharapkan hasilnya tiga bulan kemudian itu ditargetkan bisa sekitar tujuh ton, kalau hasilnya bagus. Ini adalah uji coba juga perdana untuk Kabupaten Sumedang," katanya.
Menurut dia, penanaman seluas satu hektare tersebut menjadi tahap awal untuk menguji kesesuaian karakteristik daerah dan tanah Kabupaten Sumedang terhadap budidaya bawang putih.
Kapolres mengatakan apabila uji coba tersebut berhasil, areal penanaman bawang putih di Sumedang akan dikembangkan lebih luas dengan target awal mencapai lima hektare.
"Jadi kita coba dulu satu hektare. Nanti mungkin ke depan bisa kita tingkatkan lagi. Target kita ke depan lima hektare," katanya.
Ia menyebutkan bibit bawang putih yang digunakan dalam penanaman perdana tersebut diperoleh dari Temanggung, Jawa Tengah, yang selanjutnya akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk pengembangan lebih lanjut.
"Kami kemarin mengambil bibit di Temanggung, Jawa Tengah. Nanti mudah-mudahan cocok atau mungkin nanti ke depan ada rencana untuk pengembangan lebih lanjut bersama dengan akademisi," tambahnya.
Baca juga: Dukung swasembada, Polri tanam bawang putih serentak di 14 Polda
Baca juga: Polda Sumut siapkan 6,16 hektare sebagai upaya swasembada bawang putih
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Sumedang Tono Suhartono mengatakan sekitar 50 persen hasil budidaya perdana tersebut akan diarahkan sebagai bibit, sedangkan sebagian lainnya dapat dimanfaatkan untuk mengganti biaya produksi.
"Makanya untuk tanam perdana ini, mudah-mudahan nanti hasil produksinya 50 persen kita keringkan menjadi bibit dan nanti petani pakai juga untuk perluasan areal tanam," ujarnya.
Dengan target produksi sekitar tujuh ton per hektare, alokasi 50 persen secara matematis setara sekitar 3,5 ton hasil panen yang akan disiapkan sebagai calon sumber bibit apabila hasil panen sesuai target.
Untuk mendukung proses tersebut, pihaknya mendorong penyediaan sarana pascapanen berupa alat pengering atau UV dryer serta gudang penyimpanan.
Fasilitas tersebut diperlukan agar sebagian hasil produksi dapat dipertahankan dan dimanfaatkan sebagai bibit, bukan seluruhnya langsung dijual.
"Insya Allah dukungan dari Pak Kapolres nanti ke Pak Bupati, mohon kita untuk pengeringan. Karena kadar air untuk disimpan itu 12-14 persen," ujarnya.
Selain sarana pengeringan, DPKP Sumedang juga mendorong dukungan terhadap sarana produksi dan infrastruktur pertanian, termasuk jalan usaha tani, untuk menunjang pengembangan bawang putih.
Dengan pola tersebut, budidaya bawang putih di Sumedang diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan dengan menghasilkan sumber bahan tanam untuk mendukung perluasan areal dan upaya peningkatan produksi bawang putih dalam negeri.
Baca juga: Komisi IV DPR apresiasi upaya swasembada bawang putih nasional
Baca juga: Zulhas sebut 17 provinsi mulai menanam bawang putih untuk swasembada
Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































