Putin: Perusahaan Rusia siap garap eksplorasi hidrokarbon di Myanmar

3 hours ago 5

Istanbul (ANTARA) - Presiden Rusia Vladimir Putin, Selasa (18/8), mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan Rusia siap berpartisipasi dalam proyek eksplorasi dan produksi hidrokarbon di Myanmar.

Dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Myanmar Min Aung Hlaing usai pertemuan, Putin menyatakan bahwa kedua negara sedang mempertimbangkan pembangunan bersama pembangkit listrik dan kilang minyak di wilayah selatan Myanmar, seraya menyebut sektor energi sebagai bidang utama kerja sama bilateral.

"Terdapat prospek yang baik untuk mengatur ekspor gas alam cair dari Myanmar. Tidak hanya untuk konsumsi dalam negeri, tetapi juga untuk pasokan transit ke negara-negara tetangga," kata Putin.

Dia mengatakan bahwa kedua negara sedang mengerjakan beberapa proyek bersama berskala besar dan telah menyepakati serangkaian perjanjian antarpemerintah maupun komersial, dengan kerja sama ekonomi sebagai salah satu prioritas utama.

Putin menyebutkan bahwa Moskow dan Naypyidaw juga tengah membahas rencana pembangunan pelabuhan laut dalam di pesisir selatan Myanmar yang mampu menampung kapal-kapal berukuran besar.

Dia juga menyoroti eratnya kerja sama militer dan teknis militer antara kedua negara.

"Latihan angkatan laut bilateral secara rutin digelar di perairan lepas pantai Myanmar. Kapal-kapal angkatan laut Rusia juga melakukan kunjungan ke pelabuhan di Myanmar," katanya.

Menyusul pembicaraan Rusia-Myanmar yang berlangsung selama kunjungan resmi Min Aung Hlaing ke Rusia, kedua negara juga menandatangani deklarasi bersama yang menentang sanksi dan berupaya memitigasi dampak negatifnya, serta nota kesepahaman mengenai kerja sama di bidang industri elektronik dan teknologi digital.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Rusia bangun PLTN kecil di Myanmar sebagai simbol persahabatan

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |