Prodia membukukan pendapatan Rp1,11 triliun pada semester I

5 hours ago 2
Semester I tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Prodia untuk memperkuat fondasi bagi pertumbuhan jangka panjang.

Jakarta (ANTARA) - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) atau Prodia mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,11 triliun pada semester I-2026, tumbuh sebesar 8,5 persen (year on year/yoy).

“Semester I tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Prodia untuk memperkuat fondasi bagi pertumbuhan jangka panjang,” kata President Director Prodia Liana Kuswandi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Pertumbuhan pendapatan tersebut ditopang oleh peningkatan jumlah kunjungan (visit) sebesar 9,7 persen (yoy), yang didukung oleh penjualan tes esoterik sebagai kontributor pendapatan terbesar pada periode ini.

Kinerja pendapatan juga ditopang oleh penerimaan yang positif pada seluruh segmen pelanggan, baik pelanggan individu, referensi dokter, referensi pihak ketiga, maupun klien korporasi.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA Perseroan mencapai Rp216,3 miliar, meningkat 7,1 persen (yoy), yang diyakini mencerminkan efektivitas strategi operasional dan efisiensi bisnis yang terus dijalankan.

Peningkatan pendapatan diiringi pengelolaan biaya secara disiplin turut mendorong peningkatan laba bersih Perseroan menjadi Rp77,6 miliar atau tumbuh 11,4 persen (yoy).

Sementara total aset terkoreksi tipis sebesar 2,0 persen (yoy) menjadi Rp2,64 triliun. Aset lancar relatif stabil sebesar Rp994,8 miliar serta aset tidak lancar sebesar Rp1,64 triliun.

Total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp301,0 miliar. Sedangkan total ekuitas Perseroan tercatat menjadi Rp2,34 triliun.

Pada sisi arus kas, Perseroan membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp199,9 miliar.

Sementara itu, arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp86,2 miliar dialokasikan untuk pengembangan aset dan penguatan ekosistem operasional guna memperkuat kapabilitas layanan diagnostik serta mendukung inovasi layanan Perseroan.

“Memasuki Semester II tahun 2026, kami akan terus memperkuat Value-Driven Growth Strategy, yaitu memastikan setiap pertumbuhan dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing Perseroan dalam jangka panjang,” ujar Liana pula.

Baca juga: Prodia dorong skrining HPV dengan metode pengambilan sampel mandiri

Baca juga: Prodia Diagnostic raih dana Rp62,74 miliar lewat IPO di pasar modal RI

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |