Indonesia eksplorasi kerja sama pangan hingga AI dengan AS

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Indonesia mengeksplorasi peluang kerja sama di sektor pangan, penerbangan, pertambangan, pertahanan, teknologi, hingga pengembangan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat (AS).

Diskusi tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Duta Besar RI untuk AS Indroyono Soesilo dengan jajaran perusahaan Amerika di Washington, Selasa (28/7), atas inisiatif Dewan Bisnis AS-ASEAN.

“Hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat tidak boleh berhenti pada angka perdagangan,” kata Dubes Indroyono dalam keterangan tertulis KBRI Washington DC yang diterima di Jakarta, Jumat.

“Yang jauh lebih penting adalah bagaimana perdagangan dan investasi bisa menciptakan nilai tambah, memperkuat industri nasional, membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan membawa teknologi baru ke Indonesia,” katanya menambahkan.

Pertemuan itu memperlihatkan luasnya spektrum kepentingan bisnis AS di Indonesia.

Di sektor penerbangan, Boeing memiliki hubungan jangka panjang dengan Indonesia melalui penggunaan pesawat komersial oleh maskapai nasional, sekaligus membuka peluang penguatan rantai pasok dan industri komponen pesawat di dalam negeri.

Sedangkan di bidang pertahanan dan kedirgantaraan, Lockheed Martin menjadi salah satu perusahaan yang melihat peluang kerja sama dalam modernisasi alat utama sistem persenjataan serta penguatan kapasitas industri nasional.

Sementara di sektor pertambangan, Freeport-McMoRan melalui PT Freeport Indonesia terus menjadi bagian penting dalam pengelolaan sumber daya mineral, termasuk investasi pada infrastruktur pertambangan dan fasilitas pengolahan serta pemurnian mineral.

Sektor pangan juga menjadi salah satu fondasi penting hubungan ekonomi kedua negara.

Cargill memiliki peran dalam perdagangan komoditas seperti jagung, kedelai, dan gandum, sedangkan Caterpillar telah memasok peralatan berat untuk sektor pertambangan dan konstruksi di Indonesia sejak 1971.

Di sektor konsumsi dan keberlanjutan, PepsiCo menjalankan berbagai inisiatif lingkungan, termasuk pengelolaan kemasan dan penanaman pohon.

Sementara itu, ia mengatakan perkembangan teknologi menghadirkan dimensi baru dalam hubungan ekonomi Indonesia–AS.

NVIDIA, misalnya, terlibat dalam pengembangan talenta AI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI.

Walmart Foundation turut mendorong penguatan rantai pasok berkelanjutan dan kesejahteraan petani, sedangkan Chubb berkontribusi dalam pengembangan literasi keuangan dan manajemen risiko.

Direktur Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) New York Tessal Maharizky Febrian dalam pertemuan tersebut memaparkan bahwa investasi Amerika Serikat ke Indonesia pada semester pertama 2026 telah mencapai sekitar 1,7 miliar dolar AS.

Pada 2025, nilai ekspor Indonesia ke AS mencapai sekitar 31 miliar dolar AS atau sekitar 11 persen dari total ekspor Indonesia secara global.

Sedangkan nilai perdagangan bilateral kedua negara tercatat sekitar 43,8 miliar dolar AS.

Komoditas utama ekspor Indonesia ke AS antara lain produk elektronika sekitar 6 miliar dolar AS, tekstil 4,9 miliar dolar AS, alas kaki 2,8 miliar dolar AS, minyak sawit 2,1 miliar dolar AS, furnitur 1,4 miliar dolar AS, serta produk perikanan sekitar 1,2 miliar dolar AS.

Di sisi lain, Indonesia mengimpor berbagai produk dari AS, antara lain kedelai, kapas, gandum, pesawat terbang dan produk ruang angkasa atau satelit, mesin, produk kesehatan, bahan kimia, serta teknologi informasi dan telekomunikasi.

Menurut Dubes Indroyono, angka-angka tersebut menunjukkan bahwa hubungan ekonomi Jakarta dan Washington memiliki fondasi yang kuat, tetapi masih menyimpan ruang pertumbuhan yang jauh lebih besar.

Dengan pasar domestik yang besar, sumber daya alam yang strategis, posisi geografis yang penting, serta agenda transformasi digital dan industrialisasi yang terus berkembang, Indonesia memiliki peluang untuk memperluas kemitraan dengan perusahaan-perusahaan AS.

Namun demikian, ia menyoroti sejumlah hal yang dinilai perlu diperkuat, antara lain perlindungan hak cipta dan hak kekayaan intelektual, konsistensi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah, efisiensi logistik, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Di lain pihak, para pelaku usaha AS dalam pertemuan tersebut juga menyampaikan sejumlah masukan mengenai iklim investasi di Indonesia.

Reformasi perizinan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berbasis Risiko dinilai sebagai langkah positif dalam menciptakan kepastian dan kemudahan berusaha.

Berbagai masukan tersebut menjadi penting karena kompetisi untuk menarik investasi global semakin ketat, ujar Indroyono.

Ia mengatakan Indonesia tidak hanya bersaing untuk mendapatkan modal, tetapi juga harus mampu menjadi tempat di mana teknologi, talenta, industri, dan rantai pasok global dapat tumbuh bersama.

Kerja sama antara Indonesia dan AS diharapkan tidak hanya menghasilkan peningkatan nilai investasi dan ekspor, tetapi juga membawa Indonesia naik kelas dalam rantai nilai global—dari pemasok bahan mentah menjadi negara yang semakin kuat dalam industri pengolahan, teknologi, inovasi, dan sumber daya manusia, demikian keterangan KBRI Washington DC.

1 dolar AS = Rp18,043

Pewarta: Yashinta Difa
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |