Jakarta (ANTARA) -
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ikut membangun kekuatan pangan bangsa lewat program menanam kedelai yang merupakan komoditas yang masih banyak diimpor saat ini.
“Hari ini kami memanen perdana kedelai yang ditanam di demplot yang ada di Buperta Cibubur dengan luas tanam 5 hektare dan hasilnya 2 ton hingga 3 ton per hektare,” kata Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Mayjen TNI Purn Bachtiar didampingi Ketua Bidang Kedelai DPN HKTI Petrus Tjandra di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan hasil panen ini nantinya akan dijadikan bibit yang akan disertifikasi oleh Kementerian Pertanian untuk memenuhi kebutuhan bibit.
Pihaknya juga telah menanam kedelai di lahan seluas 200 hektare di kawasan Lebak dan menanam bersama Kadin di lahan seluas 150 hektare di Yogyakarta.
Ia menambahkan untuk di kawasan Buperta ini pihaknya bekerja sama dengan Kelompok Petani Pinggir Buperta (KPPB) dengan menyiapkan lahan dan bibit kedelai.
Selain itu petani diberikan bantuan pupuk dan pendampingan dan hasil panen ini langsung dibeli Kementan.
“Hasil ini seluruhnya untuk petani agar mereka lebih sejahtera dan termotivasi menanam kedelai,” kata dia.
Ia mengatakan komoditas kedelai merupakan paling banyak diimpor dari Amerika Serikat dan saat ini benih kedelai di Indonesia masih kurang.
“Kami ingin membantu pemerintah membangun kekuatan pangan agar nanti bisa swasembada kedelai sesuai arahan Presiden Prabowo,” kata dia
Sementara Direktur Aneka Kacang dan Umbi (AKABI) Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Dyah Susilokarti menargetkan pada 2029 sudah dapat mengurangi impor kedelai secara perlahan dan mampu swasembada.
Menurut dia saat ini pihaknya memiliki lahan seluas 37.500 hektare yang tahun ini ditanam kedelai dan memang untuk bibit kedelai saat ini masih kurang.
Menurut dia program ini sangat membantu dan tentu bibit yang baik yang diinginkan. Pihaknya mengimbau petani agar menghasilkan panen kedelai berkualitas dengan melakukan penanaman yang baik.
“Penanaman yang baik akan menghasilkan panen yang baik,” kata dia.
Sementara Ketua Kelompok Petani Pinggir Buperta (KPPB) Maman Amrustam mengaku terbantu dengan program ini karena hasil panen kedelai sudah ada yang membeli.
“Kami dibantu bibit serta lahan yang tidak menyewa serta bantuan pupuk dan pendampingan. Saat ini hanya tunggu hasil saja, kami berterima kasih,” kata dia.
Ia mengaku baru pertama kali bertanam kedelai begitu juga dengan petani di kelompoknya. Menurut dia sejauh ini tidak ada kendala dan berjalan dengan baik.
“Kami senang karena sekali tanam langsung bisa panen dan tidak ada gangguan,” kata dia.
Baca juga: BBPOM Jakarta libatkan Pramuka awasi keamanan pangan selama Ramadhan
Baca juga: Bapanas pastikan jaga pasokan kedelai bagi perajin tahu-tempe Baca juga: Mentan ancam cabut izin importir kedelai naikkan harga tidak wajar
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































