Pramono serahkan 26 rumah dari program bedah rumah Baznas

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyerahkan 26 unit rumah dari hasil program bedah rumah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)/Bazis DKI kepada warga penerima manfaat di kawasan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Adapun program bedah rumah kali ini merupakan kolaborasi dari Baznas/Bazis DKI Jakarta bersama beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga swasta.

“Hari ini secara resmi akan ada penyerahan 26 unit rumah. Yang terdiri dari Jakarta Pusat 10 unit, Jakarta Selatan 11 unit, Jakarta Utara 1 unit, Jakarta Barat 2 unit. Tadi saya meminta kepada penyelenggara untuk semua agama diberikan kesempatan mendapatkan bedah rumah ini,” kata Pramono saat dijumpai di kawasan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin.

Pramono menjelaskan, dibutuhkan anggaran sebesar Rp50.000.000 hingga Rp55.000.000 untuk melakukan bedah rumah.

Selama rumah dibedah, warga pun sementara tinggal mengontrak atau menyewa kos. Biaya dari sewa kontrakan atau kos tersebut juga ditanggung oleh pihak Baznas Bazis.

Diketahui PAM Jaya membedah 15 unit rumah, Dharma Jaya 10 unit rumah, Pertamina delapan unit, Pegadaian dua unit, Tokio Marine lima unit rumah dan PT Malahayati Nusantara Raya 16 unit rumah.

Baca juga: Pemprov DKI kembali gelar kegiatan bedah rumah

Sementara sejak 2019 hingga 2025, Baznas/Bazis telah melakukan bedah rumah di 3.509 rumah. Secara rinci, 706 rumah di Jakarta Barat, 501 rumah di Jakarta Pusat, 953 rumah di Jakarta Selatan, 1.162 rumah di Jakarta Timur, 293 rumah di Jakarta Utara dan 79 rumah Kepulauan Seribu.

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta juga telah melakukan bedah rumah pada Februari lalu.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP, menyasar bangunan seluas 33,83 meter persegi di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.

"Program bedah rumah dilaksanakan pada rumah warga ang dihuni tiga kepala keluarga dengan 8 jiwa di mana dua orang di antaranya adalah penyandang disabilitas," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan.

Bangunan yang dibedah telah berusia sekitar 40 tahun dengan kondisi atap bocor, kamar mandi kurang layak, tembok belum diplester, plafon tidak layak, serta instalasi listrik tidak standar.

Berdasarkan kondisi tersebut, bangunan tidak lagi memenuhi standar keamanan sehingga memerlukan perbaikan untuk meningkatkan kualitas hidup para penghuninya.

Bangunan terdiri dari tiga petak yakni petak pertama dengan ukuran 1,23 m x 5,5 m, lalu petak kedua berukuran 2,46 m x 5,5 m; serta petak ketiga 2,46 m x 5,5 m.

Kegiatan bedah rumah dilakukan bulan Februari ini hingga April 2026 dengan anggaran Rp70 juta yang merupakan urunan dari anggota Satpol PP DKI.

Baca juga: Baznas Jaksel bidik 180 unit rumah untuk dibedah pada 2026

Baca juga: Bedah rumah untuk hafiz Al Quran di Jakarta kembali digelar tahun ini

Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |