Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menginginkan agar halte Transjabodetabek di luar Jakarta seperti Bogor, Sawangan dan Depok dibangun dengan baik.
“Perlu diperbaiki, dibangun halte-halte baru. Terutama halte yang sebenarnya di luar wilayah Jakarta. Problemnya kan itu. Termasuk yang ke Bogor, ke Sawangan, Depok, kan belum dibangun haltenya,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis.
Selain itu, Pramono menyampaikan bahwa ia tak ingin halte Transjabodetabek rute Blok M - Soekarno Hatta hanya menggunakan plang bus stop.
Ia menginginkan agar dibangun halte yang bagus untuk rute tersebut karena nantinya rute itu akan dinaiki oleh wisatawan asing sehingga pembangunan halte perlu disiapkan.
“Ini kan pasti nanti warga negara asing juga akan menggunakan (Transjabodetabek). Maka, wajahnya juga harus wajah yang bagus. Maka kami persiapkan. Ini sambil berjalan. Tidak harus menunggu haltenya jadi, tapi harus berjalanlah, begitu,” jelas Pramono.
Pramono ingin trayek baru Transjabodetabek tersebut dibuka sebelum Hari Raya Idul Fitri. Sebab pada momen tersebut, banyak masyarakat yang mungkin akan menggunakan layanan itu saat musim mudik lebaran.
Dia pun menargetkan, Transjabodetabek Blok M - Soekarno Hatta akan mulai beroperasi pada akhir Februari 2026. “Mudah-mudahan apakah di minggu keempat bulan Februari ini atau di awal bulan Maret, nanti akan kami buka (rute Blok M - Soekarno Hatta),” kata Pramono.
Baca juga: Pram gelar rapat khusus bahas Transjabodetabek Blok M-Soetta
Baca juga: DKI siapkan 20 unit Transjabodetabek rute Blok M-Soekarno Hatta
Baca juga: Pramono yakin Transjabodetabek Blok M-Soetta akan ramai peminat
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































