Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto meminta perguruan tinggi untuk membantu Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mengembangkan teknologi dan mencari alternatif untuk mengurangi penggunaan liquefied petroleum gas (LPG).
Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto seusai mengikuti rapat terbatas bersama Bahlil, yang dipimpin Presiden Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
"Beberapa teknologi alternatif untuk mengurangi LPG, tetapi kita sifatnya kampus, kita membantu Pak Menteri ESDM terkait teknologi," kata Brian usai pertemuan.
Brian menyebut pengembangan teknologi dan mencari alternatif untuk mengurangi penggunaan LPG merupakan hal penting, mengingat Indonesia saat ini masih bergantung terhadap impor.
Selain itu, kata dia, harga LPG terus melonjak dampak dinamika geopolitik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz.
"Kan LPG ini kita sangat tinggi ketergantungan pada impor, harganya juga naik," ucap dia.
Brian mengungkapkan ada beberapa sumber energi alternatif yang sangat potensial untuk dapat dimanfaatkan. Namun hal tersebut akan disampaikan lebih detail oleh Bahlil.
Perguruan tinggi, kata dia, hanya diminta melakukan penelitian untuk membantu Kementerian ESDM.
"Tadi kampus diminta untuk mencari sumber-sumber lain. Ada beberapa sumber yang sangat potensial, tapi nanti semuanya akan kita melakukan penelitian, membantu mendukung Bapak Menteri ESDM," ujar Brian.
Baca juga: Bahlil: Pemerintah kaji pengembangan CNG untuk kurangi impor LPG
Baca juga: Prabowo dikabarkan reshuffle kabinet, Bahlil: Nanti kita lihat saja
Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































