Pos PGA: Jarak luncuran lava Gunung Karangetang capai 1.000 meter

1 week ago 25

Manado (ANTARA) - Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Yudia P Tatipang mengatakan luncuran lava pijar yang dimuntahkan Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), mengarah ke Kali Sumpihi.

"Jarak luncuran lava tersebut diperkirakan mencapai 1.000 meter," kata Yudia di Manado, Kamis.

Dia menyebutkan Kali Sumpihi membatasi dua pemukiman yaitu Kampung Kinali dan Kampung Hiung, Kecamatan Siau Barat Utara.

"Memang hingga sekarang ini jarak luncuran lava baru sekitar 1.000 meter. Sementara Kawasan Rawan Bencana jaraknya 4,5 kilometer. Meski jauh dari permukiman, tapi harus diwaspadai," ujar Yudia.

Baca juga: Luncuran lava pijar Gunung Karangetang tak jangkau permukiman warga

Dari laporan pengamatan tanggal 12 Agustus 2026, lanjutnya, hingga pukul 24.00 WITA secara visual asap kawah bertekanan lemah hingga sedang, teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 25-50 meter di atas puncak kawah.

Sementara itu asap kawah utara putih tipis-sedang tinggi sekitar 25-50 meter, sinar api tinggi sekitar 10-25 meter.

Suara gemuruh lemah hingga agak kuat sering terdengar dan terkadang disertai hembusan asap putih keabuan tipis sampai tebal tinggi sekitar 25-150 meter yang condong ke arah utara-timur laut.

Guguran lava pijar dari puncak kawah utara ke arah selatan-barat daya (Kali Sumpihi) sekitar 1.000 meter.

Baca juga: Badan Geologi: Gemuruh Gunung Karangetang terdengar hingga Pos PGA

Pada periode pengamatan tersebut, terekam sebanyak dua kali gempa guguran, 134 kali gempa embusan, empat kali tremor non-harmonik, 66 kali tremor harmonik, sembilan kali hibrid/fase banyak, satu kali gempa vulkanik dangkal, satu kali gempa vulkanik dalam, dua kali gempa tektonik lokal, dan empat kali gempa tektonik jauh.

Yudia mengatakan hingga saat ini status Gunung Karangetang Level II (Waspada).

Dia berharap warga mematuhi radius bahaya yang direkomendasikan antara lain masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah utara-barat dan barat daya sejauh 2,5 kilometer dari kawah utara.

Selain itu waspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat dan barat daya.

Baca juga: BNPB minta masyarakat patuhi radius bahaya erupsi Gunung Karangetang

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |