Polri pastikan situasi kondusif respons mal pasang pagar

4 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Komjen Polisi Fadil Imran memastikan situasi di Indonesia terbilang kondusif, merespons pemasangan pagar tinggi oleh sejumlah mal dan pusat perbelanjaan.

“Sampai hari ini, berdasarkan data daily operating reporting system, itu tidak ada hal yang menonjol, tidak ada,” kata Fadil di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, pemasangan pagar oleh pemilik properti seperti mal merupakan hal wajar. Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat tidak terpancing dengan narasi yang menyebut akan terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Saya kira orang pagari rumahnya kan biasa. Jangan kemudian dibangun narasi seolah-olah kalau bangun pagar akan terjadi sesuatu. Saya kira tidak seperti itu tafsir dan terjemahannya,” ucapnya.

Memasuki bulan Agustus, Fadil menyebut tidak ada antisipasi khusus yang dilakukan karena pada prinsipnya kepolisian selalu bersiaga.

“Setiap hari kami jaga terus. Brimob siaga, Sabhara siaga. Jadi tidak ada (antisipasi khusus), biasa saja, semua kita siaga selalu,” tuturnya.

Sejumlah mal di Jakarta dilaporkan memasang pagar tinggi dalam beberapa hari terakhir. Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Pramono Anung meminta pihak pengelola tidak merasa khawatir berlebih karena kondisi ibu kota aman.

“Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali,” kata Pramono, Jumat (31/7).

Dia menyoroti peristiwa tersebut dan mengingatkannya pada unjuk rasa serta kerusuhan pada Agustus 2025. Pemprov DKI berkoordinasi dengan TNI/Polri dan pihak terkait lainnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Jakarta.

“Mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman, dan membuat kegembiraan bagi siapa pun yang ada untuk menikmati Jakarta seperti hari ini kita semua menikmati Blok M," ucap Gubenur.

Sementara itu, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media Hasan Nasbi mengajak masyarakat untuk memeriksa kebenaran informasi yang dapat memicu ketakutan di tengah beredarnya isu mengenai potensi gangguan keamanan.

“Kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik. Berita-berita yang menebar ketakutan itu sebaiknya diklarifikasi juga. Nah teman-teman wartawan kan bisa cek sendiri. Bisa bikin cek fakta benar nggak 'fear monger' yang sedang beredar itu,” kata Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7).

Menurut dia, masyarakat perlu tetap bersikap optimistis karena kondisi negara dalam keadaan baik dan pemerintah terus menjalankan berbagai program.

Ia mencontohkan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan lebih dari seratus pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia yang berlangsung dengan komunikasi dua arah. Dalam pertemuan tersebut, berbagai masukan dari pelaku usaha diterima dengan baik oleh Presiden.

"Tanya-jawab dengan presiden, masukan-masukan mereka sangat konstruktif, diterima dengan baik oleh presiden. Dan nggak ada alasan buat kita nggak maju,” ujarnya.

Baca juga: Kapolri: Pertahankan "obor Hoegeng" agar terus menyala

Baca juga: Satgas ODC gunakan patroli humanis bangun rasa aman di Puncak Jaya

Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |