Manfaat teknologi Shield yang ada pada kaca film

4 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Penggunaan teknologi pada kaca film terus mengalami perkembangan, seiring meningkatnya permintaan dan juga masukan dari konsumen yang ada di berbagai belahan dunia.

Melalui pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Wincos menghadirkan teknologi baru yang mengedepankan kemampuan menolak panas sekaligus menjaga visibilitas.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah teknologi Shield, yang dirancang untuk membantu mengurangi paparan panas matahari ke dalam kabin tanpa mengorbankan kejernihan pandangan pengemudi.

“Thermal Shield, Premium Shield, dan Wincos Shield membawa karakter masing-masing, namun tetap mengutamakan kualitas, kenyamanan berkendara, serta teknologi Jepang sebagai fondasi utama WINCOS,” kata Presiden Direktur PT. Lintec Jakarta, Yutaka Miura di ICE BSD, Tangerang, Sabtu.

Baca juga: Tips mudah hilangkan embun pada kaca mobil

Baca juga: Kaca film ICE Myu jadi OEM untuk Suzuki Fronx hingga Ford Ranger

Menurut dia, teknologi ini memanfaatkan lapisan material khusus yang mampu menyaring radiasi inframerah (infrared) dan sinar ultraviolet (UV), dua komponen yang menjadi penyebab utama meningkatnya suhu di dalam kendaraan.

Penggunaan teknologi tersebut menjadi semakin relevan di Indonesia, yang memiliki iklim tropis dengan intensitas sinar matahari tinggi sepanjang tahun.

Kabin yang lebih sejuk dinilai tidak hanya meningkatkan kenyamanan selama perjalanan, tetapi juga membantu mengurangi beban kerja sistem pendingin udara (AC).

Sehingga, penggunaan energi kendaraan menjadi lebih efisien, terutama pada mobil elektrifikasi yang sangat bergantung pada efisiensi daya.

Selain berfungsi sebagai penolak panas, kaca film berbasis teknologi Shield juga dirancang tetap memberikan pandangan yang jernih dari dalam kabin.

Hal ini penting, karena visibilitas yang baik menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keselamatan berkendara, terutama saat melintas pada malam hari atau ketika hujan.

Teknologi tersebut juga menawarkan perlindungan terhadap sinar ultraviolet yang dapat mempercepat pemudaran material interior kendaraan, seperti jok, dasbor, maupun panel pintu.

Di sisi lain, penyaringan sinar UV turut membantu mengurangi paparan langsung ke kulit pengemudi dan penumpang selama perjalanan jarak jauh.

Dalam pengembangannya, teknologi Shield mengombinasikan Nano Infrared Rejection Technology dengan lapisan Extruded Dye Film.

Kombinasi tersebut, memungkinkan kaca film mereduksi panas dan silau matahari secara lebih efektif tanpa harus menggunakan tingkat kegelapan yang berlebihan.

Dengan demikian, pengguna tetap memperoleh privasi dari luar kendaraan sekaligus mempertahankan kenyamanan melihat kondisi jalan.

Perkembangan teknologi kaca film, menunjukkan bahwa kebutuhan konsumen kini semakin bergeser.

Selain mengutamakan estetika, pengguna kendaraan juga mulai mempertimbangkan aspek efisiensi energi, perlindungan interior, serta keselamatan berkendara.

Kehadiran teknologi seperti Shield, menjadi gambaran bagaimana industri pendukung otomotif terus berinovasi untuk menjawab tuntutan tersebut.

Seiring meningkatnya, jumlah kendaraan konvensional maupun kendaraan listrik yang membutuhkan kabin lebih nyaman serta konsumsi energi yang lebih efisien.

Baca juga: JKIND boyong kaca film dengan teknologi AS, simak keunggulannya

Baca juga: Perhatikan hal ini sebelum memasang PPF pada kendaraan

Baca juga: Wincos gandeng Garasi Drift hadirkan kaca film baru di GIIAS 2025

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |