Polisi: Situasi di Iran sudah tenang sehari setelah kerusuhan massal

18 hours ago 4

Moskow (ANTARA) - Situasi di seluruh Iran sudah tenang sehari setelah kerusuhan publik yang meluas di negara itu, kata juru bicara kepolisian Iran, Saeed Montazer Al-Mahdi.

"Menurut pengamatan di lapangan, situasi sosial di berbagai kota di seluruh negeri sudah tenang," kata Al-Mahdi seperti dikutip oleh kantor berita Iran IRNA pada Jumat.

Juru bicara kepolisian tersebut menjelaskan bahwa hanya ada sejumlah kecil kasus di beberapa kota yang melibatkan kelompok-kelompok yang ia sebut sebagai "teroris."

Aksi protes di Iran dimulai pada akhir Desember di tengah melemahnya mata uang lokal, rial Iran. Para pengunjuk rasa mengeluhkan gejolak nilai tukar yang tajam dan dampaknya terhadap harga grosir dan eceran.

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengancam otoritas Iran di tengah protes tersebut.

Pada Jumat, Trump mengatakan bahwa Washington akan terlibat dan akan "menghantam mereka dengan sangat keras di titik lemah mereka" jika para pengunjuk rasa terbunuh selama kerusuhan di Iran.

Sebelumnya pada Jumat, media Iran melaporkan bahwa para pengunjuk rasa merusak properti pribadi dan negara di Teheran.

Sementara itu, walikota ibu kota itu, Alireza Zakani, berbicara tentang serangan yang dilakukan oleh peserta kerusuhan publik pada 8 Januari terhadap fasilitas pasukan keamanan, pembakaran bus dan truk pemadam kebakaran, serta penyerangan terhadap bank.

Sementara itu, televisi pemerintah melaporkan adanya korban jiwa selama peristiwa tersebut, tetapi tidak menyebutkan dari pihak mana mereka berasal.

Iran sedang mengalami periode inflasi tinggi, dengan Bank Sentral menetapkan tingkat inflasi tahunan sebesar 38,9 persen.

Nilai tukar dolar AS yang tidak resmi, yang berada di sekitar 50.000 rial (sekitar Rp842) sebelum penarikan AS dari kesepakatan nuklir pada Mei 2018, kini telah melonjak menjadi sekitar 1,4 juta rial (sekitar Rp23.595) di pasar terbuka.

Sumber: Sputnik-OANA

Penerjemah: Katriana
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |