Banda Aceh (ANTARA) - Polda Aceh dan polres jajaran menggandeng Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdekat mendirikan dapur umum untuk korban banjir di sejumlah kabupaten dan kota di provinsi itu.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan pendirian dapur umum sebagai respons tanggap darurat demi memastikan kebutuhan makanan masyarakat terdampak banjir tetap terpenuhi di tengah keterbatasan akibat bencana.
"Pendirian dapur umum tersebut merupakan upaya terpadu untuk menjamin keselamatan serta kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah situasi bencana," katanya.
Joko Krisdiyanto mengatakan saat ini situasi darurat dan bagaimanapun keselamatan masyarakat diutamakan. Polda Aceh memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki membantu masyarakat terdampak bencana.
"Oleh karena itu, Polda Aceh bersinergi dengan SPPG dan elemen terkait untuk memastikan bantuan sampai kepada masyarakat terdampak bencana alam," kata Joko Krisdiyanto.
Perwira menengah Polda Aceh itu menyebutkan dapur umum beroperasi di titik-titik pengungsian atau wilayah terdampak bencana dengan menyiapkan makanan bagi warga yang rumahnya terendam atau terisolasi.
Baca juga: 41 SPPG Sumbar distribusi 107.822 paket makanan untuk korban banjir
Dalam pelaksanaannya, kata dia, personel Polri dengan tenaga SPPG bekerja sama untuk memasak dan mendistribusikan makanan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, warga lanjut usia, dan ibu hamil.
Menurut dia, kerja sama dengan SPPG ini membantu dalam memastikan bahwa makanan yang disajikan tetap memenuhi standar gizi darurat, sehingga warga tetap mendapatkan asupan yang layak meski dalam kondisi krisis.
"Ini bukan hanya soal menyediakan kebutuhan makanan, tetapi upaya untuk memastikan gizi masyarakat terdampak bencana banjir tetap terjaga," kata Joko Krisdiyanto.
Selain mendirikan dapur umum, Polda Aceh juga mengerahkan peralatan SAR, perahu karet, serta personel BKO ke wilayah-wilayah yang terdampak bencana paling parah.
Upaya evakuasi pun terus dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang terperangkap banjir maupun kekurangan kebutuhan dasar. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan, serta tidak segan meminta bantuan jika membutuhkan pertolongan.
Baca juga: Banjir Sumatera Utara, dapur SPPG diubah jadi dapur umum
"Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat. Kepolisian berupaya semaksimal mungkin menggunakan segala kemampuan yang ada, dari logistik, personel, hingga peralatan SAR. Semua digerakkan demi menjaga keselamatan dan memastikan warga tetap aman," kata Joko Krisdiyanto.
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































