Jakarta (ANTARA) - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memprediksi konsumsi listrik di Jakarta dan sekitarnya akan turun saat Lebaran tahun ini.
"Kalau pengalaman sebelumnya terkait Lebaran, beban puncak Jakarta Raya malah turun, bukan naik," kata General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin saat dihubungi di Jakarta, Minggu.
Penurunan ini diperkirakan terjadi karena banyak warga Ibu Kota yang meninggalkan Jakarta untuk mudik ke kampung halaman.
Andy mengungkapkan, saat ini beban puncak listrik di Jakarta Raya rata-rata berada di kisaran lebih dari 5.000 megawatt (MW).
Namun, saat Lebaran, angka tersebut diperkirakan dapat turun hingga sekitar 2.000 MW.
Baca juga: PLN Jaya imbau warga cek instalasi listrik rumah sebelum mudik Lebaran
Ia menjelaskan, hal yang berpengaruh pada penurunan itu adalah berkurangnya aktivitas masyarakat di Jakarta selama periode mudik.
"Banyak warga yang meninggalkan rumah untuk pulang ke kampung halaman, sehingga konsumsi listrik rumah tangga maupun aktivitas perkantoran di Ibu Kota ikut berkurang," ujar Andy.
Meski beban listrik menurun, kata Andy, PLN justru meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan operasional.
Andy menyebut, kondisi beban rendah memerlukan perhatian khusus karena sistem kelistrikan biasanya lebih sering beroperasi pada kondisi beban tinggi.
"Justru saat beban rendah ini kami lebih khawatir dan lebih siaga. Karena selama ini kami terbiasa dengan beban tinggi, tiba-tiba menjadi rendah. Maka dari itu kami tetap menyiagakan personel secara penuh," ucap Andy.
Baca juga: Untuk dukung pemudik berkendara listrik, PLN siapkan 673 SPKLU di DKI
Untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama periode Lebaran, PLN UID Jakarta Raya menyiagakan sebanyak 17 unit tim operasional yang tersebar di berbagai titik.
Selain itu, PLN juga membuka pos siaga di kantor Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya guna mengantisipasi potensi gangguan kelistrikan.
Posko siaga
Tidak hanya itu, PLN juga menyiapkan posko siaga di sejumlah lokasi strategis yang diperkirakan dilalui pemudik, terutama pengguna kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Posko tersebut ditempatkan di beberapa titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Beberapa lokasi yang menjadi titik siaga antara lain kawasan Gambir, Rest Area KM 10 dan KM 6, serta jalur menuju Bintaro. Petugas PLN akan berjaga di lokasi tersebut untuk membantu masyarakat yang membutuhkan layanan pengisian kendaraan listrik.
Andy memastikan, masyarakat pengguna kendaraan listrik tidak perlu khawatir selama perjalanan mudik. Jika mengalami kendala saat mengisi daya kendaraan, pengguna dapat menghubungi saluran komunikasi (hotline) PLN atau mendatangi posko siaga yang telah disiapkan.
Baca juga: PLN Jakarta Raya pastikan pasokan listrik aman saat mudik Lebaran
Andy berharap, dengan kesiapan infrastruktur kelistrikan serta dukungan posko siaga di jalur mudik, masyarakat dapat menjalani perjalanan Lebaran dengan lebih aman dan nyaman, baik bagi pengguna kendaraan konvensional maupun kendaraan listrik.
Cek instalasi
Sebelumnya, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 untuk mengecek kondisi instalasi listrik di rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan.
Langkah ini penting guna mencegah potensi bahaya seperti korsleting listrik maupun risiko lainnya saat rumah kosong.
Selain itu, Andy mengingatkan masyarakat untuk mematikan atau mencabut peralatan listrik yang tidak diperlukan guna menghindari potensi gangguan listrik yang dapat memicu kebakaran atau kerusakan instalasi.
Lalu, perhatikan kondisi kabel listrik di dalam rumah. Kabel yang dinilai berpotensi membahayakan sebaiknya segera diamankan, terutama kabel yang berada di lantai atau menggunakan kabel rol.
Baca juga: Matikan listrik dan kompor di rumah saat mau mudik
Lampu hias yang berada di luar atau di taman halaman rumah juga bisa dimatikan terlebih dahulu untuk menghindari kaca pecah dan korsleting listrik.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































