PLN Papua: pemasangan atribut Piala Dunia jauhkan jaringan listrik

1 week ago 10
Untuk itu seluruh atribut dekorasi wajib dipasang dengan jarak aman minimal 3 meter dari jaringan listrik PLN agar tidak memicu gangguan teknis atau korsleting

Jayapura (ANTARA) - PT PLN Unit Induk Papua dan Papua Barat (UIP2B) mengimbau kepada seluruh masyarakat agar pemasangan atribut Piala Dunia jauh dari jangkauan jaringan listrik guna mengantisipasi terjadinya gangguan kelistrikan.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur di Jayapura, Kamis, mengatakan pihaknya mencatat hingga Mei 2026 telah terjadi 108 kali gangguan kelistrikan di seluruh Tanah Papua akibat pemasangan atribut yang tidak memperhatikan jarak aman dengan jaringan PLN.

"Oleh sebab itu kami meminta agar masyarakat memperhatikan jarak aman dalam pemasangan atribut kemeriahan Piala Dunia 2026 seperti bendera, umbul-umbul serta atribut lainnya," katanya.

Menurut Roberth, untuk itu mengantisipasi terjadinya gangguan kelistrikan selama Piala Dunia maka jarak aman pemasangan atribut tersebut harus diperhatikan dengan begitu sekaligus menjaga keandalan jaringan secara berkelanjutan agar aliran listrik tetap andal dan aman sampai ke rumah pelanggan.

"Untuk itu seluruh atribut dekorasi wajib dipasang dengan jarak aman minimal 3 meter dari jaringan listrik PLN agar tidak memicu gangguan teknis atau korsleting," ujarnya.

Dia menjelaskan selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk memastikan lokasi nonton bareng Piala Dunia diselenggarakan secara aman supaya keseruan acara terhindar dari risiko potensi bahaya kelistrikan.

"Tentu semua ingin menikmati setiap pertandingan pesta bola ini dengan suka cita bersama keluarga dan kerabat dekat. Oleh karena itu, mari saling mengingatkan di lingkungan masing-masing untuk menjaga jarak aman dari kabel listrik agar kemeriahan yang kita siapkan ini membawa kebahagiaan tanpa ada gangguan kelistrikan yang berarti," katanya lagi.

Dia menambahkan pemasangan tiang umbul-umbul berbahan besi atau bambu basah yang terlalu dekat dengan kabel bertegangan tinggi sangat rawan memicu hantaran listrik. Kondisi tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan jiwa warga di sekitar lokasi, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerusakan infrastruktur yang memicu pemadaman meluas.

“Apabila masyarakat melihat adanya potensi bahaya dari atribut yang terlalu dekat dengan kabel atau mengalami gangguan kelistrikan, diharapkan segera melaporkannya demi penanganan cepat," ujarnya.

Baca juga: PLN Papua hadirkan listrik 24 jam ke 1.396 rumah di Pegunungan Arfak

Baca juga: PLN hadirkan ekosistem listrik modern hingga wilayah Papua

Pewarta: Qadri Pratiwi
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |