Jakarta (ANTARA) - PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menyiapkan 268 proyek pembangkit listrik berkapasitas 30,2 GW untuk mendukung transisi energi dan ketahanan energi nasional.
Direktur Utama PLN IP Bernadus Sudarmanta dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan pihaknya terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan pembangkit listrik, yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.
"Melalui implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, perusahaan menyiapkan pengembangan 268 proyek pembangkit listrik dengan total kapasitas tambahan mencapai 30.276,2 MW yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia," ujarnya.
Menurut dia, pengembangan proyek pembangkit tersebut merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Bernadus mengatakan rencana pengembangan pembangkit ini merupakan bagian dari transformasi strategis PLN IP untuk menghadirkan sistem pembangkitan yang semakin ramah lingkungan.
"PLN Indonesia Power berkomitmen untuk menjadi salah satu penggerak utama transisi energi nasional. Melalui pengembangan pembangkit baru yang semakin didominasi energi baru terbarukan serta upaya dekarbonisasi pembangkit eksisting, kami optimistis dapat mendukung target net zero emission Indonesia pada 2060," ujarnya.
Dari total rencana pengembangan tersebut, sekitar 28 GW berasal dari alokasi RUPTL 2025, sementara 2,2 GW merupakan proyek yang telah mendapatkan penugasan sebelumnya.
Secara keseluruhan, program ini mencakup 268 proyek pembangkit, terdiri dari 255 proyek dalam alokasi RUPTL 2025 serta 13 proyek yang telah mendapatkan penugasan sebelumnya.
Dalam peta jalan menuju net zero emission (NZE) 2060, PLN Indonesia Power menargetkan transformasi kapasitas pembangkit secara bertahap dari sekitar 23 GW pada 2025 menjadi 107 GW pada 2060.
"Transformasi ini dilakukan melalui dua inisiatif utama, yaitu pengembangan pembangkit baru dengan emisi rendah hingga nol karbon serta optimalisasi pembangkit eksisting agar lebih efisien dan rendah emisi," jelasnya.
Selain pembangunan pembangkit baru, Bernadus menambahkan perusahaan juga melakukan berbagai upaya dekarbonisasi kepada pembangkit yang telah beroperasi.
Langkah tersebut antara lain melalui penerapan cofiring biomassa, pemanfaatan hidrogen dan bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel, serta pengembangan teknologi carbon capture, utilization, and storage (CCUS).
"Dengan pendekatan ini, transisi energi dapat dilakukan secara bertahap tanpa mengurangi keandalan sistem kelistrikan," sebut Bernadus.
Dalam rencana hingga 2034 itu, energi baru dan terbarukan (EBT) menjadi salah satu fokus utama pengembangan portofolio pembangkit PLN IP, antara lain PLTS, PLTA, PLTB, dan PLTP, serta penguatan teknologi penyimpanan energi melalui battery energy storage system (BESS) untuk mendukung integrasi energi terbarukan dalam sistem kelistrikan nasional.
Proyek pembangkit tersebar di seluruh wilayah Indonesia guna mendukung pemerataan infrastruktur energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Menurut Bernadus, keberhasilan program pengembangan pembangkit ini juga sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak.
"Kami membuka peluang kerja sama yang luas dengan berbagai mitra strategis, baik dari dalam maupun luar negeri untuk mempercepat realisasi proyek-proyek pembangkit ini. Kolaborasi menjadi kunci untuk menghadirkan sistem kelistrikan yang andal, berkelanjutan, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," jelasnya.
Melalui langkah strategis tersebut, lanjut Bernadus, PLN Indonesia Power optimistis dapat memperkuat perannya sebagai perusahaan pembangkitan yang adaptif terhadap tantangan transisi energi sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan di Indonesia.
Baca juga: Pemerintah percepat pemanfaatan EBT untuk kurangi energi fosil
Baca juga: Presiden tunjuk Menteri Bahlil jadi Ketua Satgas Transisi Energi
Baca juga: Prabowo dorong riset kampus percepat PLTS dan kendaraan listrik
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































