Bitung, Sulawesi Utara (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga menargetkan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat kembali normal pada Januari ini.
"Insya Allah kalau bisa Januari ini sudah clear. Kita juga memonitor pastikan kondisi kembali normal, dan recovery dari sisi pemulihan bencana juga bisa lebih cepat," kata Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto saat ditemui di Bitung, Sulawesi Utara, Rabu.
Lebih lanjut, Eko mengatakan dukungan Pertamina Patra Niaga dalam penanganan bencana merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan sebagai BUMN untuk hadir membantu masyarakat di masa sulit.
Eko menyampaikan saat ini di ketiga provinsi tersebut masih ada tim tanggap darurat, dengan kondisi penyaluran energi berangsur kembali normal.
"Daerah-daerah yang tadinya terisolir seperti Bener Meriah, kemudian Aceh Tengah, sekarang sudah mulai kembali tersuplai dengan (jalur) darat, jadi kita tidak lagi melakukan suplai dengan udara dan insya Allah ini terus kita jalankan recovery termasuk LPG juga, ujar dia.
Selain itu, upaya percepatan pemulihan penyaluran BBM dan LPG ini juga selaras dengan momentum Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri yang akan berlangsung pada bulan Februari dan Maret tahun ini.
"Jadi, ini kita berharap menjelang Ramadhan nanti, (masyarakat) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan merayakan Lebaran, (maka akan) lebih banyak kebutuhan atas BBM, dan LPG kita siapkan dari sekarang," kata Eko.
"Ini juga dibantu oleh pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pusat, termasuk juga dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yang melakukan regulasi khusus untuk wilayah terdampak bencana agar recover," ujarnya.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga: Konsumsi BBM alami tren positif di akhir tahun
Baca juga: Pertamina tutup tahun 2025 dengan temuan migas baru di Mahakam
Baca juga: Pertamina Patra Niaga hadirkan sekolah dan pesantren di Pidie Jaya
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































