Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) meyakini pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dapat membantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) meningkatkan branding jenama, sekaligus memperluas skala bisnis.
Sekretaris Umum Perhumas Benny Siga Butarbutar ditemui usai acara INFOBRAND Forum 2026 di Jakarta, Rabu, menyampaikan AI menjadi alat bantu yang efektif bagi UMKM karena teknologi tersebut relatif mudah diakses dengan biaya yang rendah, namun mampu memberikan keuntungan yang besar dalam proses pemasaran dan penguatan jenama.
“Ini jadi alat bantu yang efektif buat UMKM karena akses AI atau digitalisasi itu high profit, tapi low cost,” ujarnya.
Menurut Benny, pemanfaatan AI juga membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan skala usaha, sehingga dapat naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Skalanya bisa lebih besar, skalanya kapan saja, terus kemudian apa saja yang mau diminta UMKM itu bisa meng-adjust-nya,” ucap dia yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA.
Katanya pula, teknologi AI dapat membantu UMKM menjaga konsistensi komunikasi merek sehingga lebih mudah membangun pengenalan jenama (top of mind) di mata publik.
“AI bisa membantu mereka meningkatkan konsistensi. Konsistensi dia untuk terus-menerus menjadi persisten. Ketika itu dibuktikan, dijaga dan dikelola, dia akan memudahkan dalam peningkatan top of mind atau peningkatan brand-nya di mata publik,” jelas Benny.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya optimalisasi sejumlah aspek agar pemanfaatan AI benar-benar mampu mendorong penguatan branding UMKM, mulai dari akses teknologi, akses pasar, hingga dukungan pembiayaan dari sektor perbankan.
Selain itu, akses pasar juga perlu diperluas melalui strategi pemasaran digital agar produk UMKM dapat dikenal lebih luas oleh konsumen.
“Dengan dia punya kemampuan keuangan dan produk yang bagus, maka dia dibuka pasarnya ke yang lebih luas karena diperkenalkan. Nah itu paling cepat lewat akses marketing digital,” kata Benny.
Pemerintah mencatat pengusaha UMKM memiliki kontribusi yang besar bagi perekonomian Indonesia dengan menyumbang lebih dari 60 persen terhadap PDB dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja.
Baca juga: Perhumas tekankan AI bantu PR olah data, keputusan tetap di manusia
Baca juga: Khofifah sebut peran humas strategis jahit persatuan Indonesia
Baca juga: Antaranews raih Anugerah Perhumas 2025 bertepatan HUT ke-88 ANTARA
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































