Pertamina NRE: PLTS Pulau Sembur ciptakan manfaat ekonomi masyarakat

9 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menilai pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Pulau Sembur di Batam, Kepulauan Riau, menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui energi bersih (productive use of energy).

“PLTS Pulau Sembur menjadi contoh bagaimana energi bersih dapat menjadi penggerak aktivitas produktif masyarakat,” ujar Direktur Utama Pertamina NRE John Anis dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

“Kehadiran listrik yang lebih andal akan mendukung pengembangan cold storage, ice maker, dan aktivitas ekonomi koperasi serta nelayan,” imbuhnya.

Melalui pendekatan tersebut, PLTS Pulau Sembur ditargetkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang sebelumnya belum terhubung dengan listrik dan masih mengandalkan genset pribadi selama sekitar tiga hingga empat jam pada malam hari.

Lebih lanjut, John mengatakan proyek ini dirancang untuk memberikan akses listrik kepada sekitar 200 kepala keluarga (KK), termasuk 158 rumah, sekaligus mendukung fasilitas umum dan aktivitas produktif masyarakat.

Selain penyediaan energi, proyek ini dilengkapi pembuat es (ice maker) berkapasitas 4 ton per hari dan ruang pendingin (cold storage) berkapasitas 5 ton untuk mendukung rantai dingin hasil perikanan.

“Pemanfaatan PLTS tersebut diproyeksikan menghemat penggunaan BBM hingga sekitar 877 liter per hari atau 320 ribu liter per tahun, dengan potensi penghematan biaya BBM sekitar Rp3,5-5 miliar per tahun,” kata dia.

Baca juga: Danantara: Pengembangan PLTS 100 GW butuh investasi Rp1.130 triliun

Baca juga: Wakil Ketua MPR dorong PLTS 100 GWp jadi penggerak industri hijau

Ia menjelaskan, PLTS Pulau Sembur sendiri telah melalui tahapan pembangunan secara bertahap.

Proyek ini melakukan groundbreaking pada 20 Desember 2025, dilanjutkan dengan dimulainya konstruksi pada 13 Maret 2026, hingga akhirnya mencapai tahap commissioning pada 17 Agustus 2026.

PLTS berkapasitas 1 MWp tersebut dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 1 MWh untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat di Pulau Sembur.

“Pengembangan Pulau Sembur menjadi salah satu contoh implementasi pengembangan energi terbarukan yang diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi sekaligus memperkuat agenda transisi energi nasional,” ujar John.

Baca juga: Pemprov Jateng: PLTS Gajah Mungkur mulai dibangun

Baca juga: PLN optimalkan PLTS Bali untuk mengurangi ketergantungan BBM impor

Baca juga: Pemerintah persiapkan perpres untuk PLTS 100 GWp

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |