Peneliti China kembangkan terapi sel untuk pasien gagal jantung

4 hours ago 2

Nanjing (ANTARA) - Para peneliti China baru-baru ini mengembangkan terapi sel jantung baru yang membantu memperbaiki miokardium yang rusak dan meningkatkan fungsi jantung pada pasien dengan gagal jantung berat, demikian warta Xinhua.

Dipelopori oleh Rumah Sakit Menara Genderang Nanjing (Nanjing Drum Tower Hospital) di Provinsi Jiangsu, China timur, terapi ini menggunakan kardiomiosit hasil kultur laboratorium untuk menggantikan jaringan jantung yang mengalami nekrosis, sehingga memungkinkan rekanalisis pembuluh darah sekaligus regenerasi miokardium.

"Operasi bypass dapat memperlancar kembali pembuluh darah yang tersumbat, tetapi tidak dapat menumbuhkan kembali miokardium yang telah mati," kata Profesor Wang Dongjin, yang memimpin penelitian tersebut, kepada Xinhua. Dia menambahkan bahwa terapi baru ini dirancang untuk mengatasi masalah tersebut. "Kami ingin menyuntikkan kardiomiosit baru secara langsung ke jantung untuk menggantikan otot yang telah mati dan memulihkan fungsinya. Ini seperti pepatah China kuno: apa yang kurang, itulah yang dimakan."

Hasil tindak lanjut jangka panjang dari studi klinis ini telah dipublikasikan pada 19 Agustus di jurnal Nature Medicine.

Data tindak lanjut selama 12 bulan menunjukkan bahwa 90 persen pasien yang menerima terapi sel tersebut pulih ke kelas fungsional II menurut klasifikasi New York Heart Association (NYHA). Para pasien melaporkan berkurangnya sesak napas dan rasa sesak di dada secara signifikan saat menjalani aktivitas sehari-hari. Sementara itu, pada kelompok kontrol yang hanya menjalani operasi bypass, angka pemulihannya sebesar 60 persen.

Pasien dalam kelompok terapi sel juga mencatatkan peningkatan jarak rata-rata 168,8 meter dalam tes berjalan enam menit, hampir dua kali lipat dibandingkan peningkatan pada kelompok kontrol. Perbedaan fungsi pemompaan jantung semakin terlihat: volume sekuncup (stroke volume) meningkat pada kelompok terapi sel, tetapi menurun pada kelompok kontrol.

"Untuk pertama kalinya, kami telah membuktikan bahwa terapi ini aman," kata Wang. Selama periode tindak lanjut, tidak ada pasien yang mengidap tumor atau mengalami aritmia ganas berulang. "Kami juga mengonfirmasi bahwa sel-sel yang ditransplantasikan berdetak selaras dengan irama jantung pasien sendiri. Ini merupakan validasi penting di tingkat global."

Produk sel yang digunakan dalam uji klinis tersebut, yakni HiCM-188, merupakan terapi siap pakai yang dapat diproduksi dan disimpan dalam kelompok produksi terstandardisasi, sehingga menghindari proses kustomisasi berkepanjangan yang diperlukan untuk produk sel khusus pasien, sebuah keunggulan krusial mengingat transplantasi jantung tidak terjangkau oleh sebagian besar pasien gagal jantung stadium akhir karena donor terus-menerus langka.

"Alih-alih pasien menunggu ketersediaan sel, kami ingin sel-sel tersebut siap menunggu pasien," kata Wang. "Hal ini secara fundamental dapat meredakan krisis kelangkaan donor."

Para pakar industri mengatakan bahwa meskipun ukuran sampel terbatas, desain uji klinis acak terkontrol yang ketat ini memberikan pembuktian konsep yang kuat, menempatkan kedokteran regeneratif jantung China di jajaran terdepan tingkat global.

Dengan uji klinis berskala kian besar di masa mendatang, terapi buatan dalam negeri China ini berpotensi mengubah paradigma pengobatan untuk gagal jantung parah serta bermanfaat bagi banyak pasien, ungkap para pakar.

Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |