J&T kembangkan ekonomi sirkular, tekan 1,25 ton emisi karbon

5 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan J&T Express mulai memperkuat penerapan ekonomi sirkular melalui J&T Sustainability Impact Program (J&T SIP) dengan mengolah kembali limbah tekstil dari seragam operasional menjadi produk baru yang memiliki nilai guna dan ekonomi.

Brand Manager J&T Express Herline Septia mengatakan proses upcycling tersebut diperkirakan mampu menghindari 1,25 ton emisi karbon dioksida ekuivalen (CO2e), atau setara dengan emisi perjalanan mobil berbahan bakar bensin sejauh sekitar 5.000 kilometer.

"Kami percaya keberlanjutan itu juga adalah hal yang kita terus ingin jalankan. Nah, makanya kita baru saja mulai menjalankan program Upcycle seragam, bagaimana baju-baju kurir ini bisa menjadi satu produk yang baru, punya nilai yang benar-benar bermanfaat," ujar Herline dalam perayaan 11 tahun J&T Express di Jakarta, Rabu.

Program tersebut dijalankan J&T Express melalui kolaborasi dengan Liberty Society, perusahaan sosial yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat.

Inisiatif ini menggabungkan aspek lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan kembali material yang sudah tidak digunakan.

Melalui J&T SIP, sekitar 146 kilogram limbah tekstil telah diolah kembali menjadi produk baru.

Selain memberikan manfaat lingkungan, program tersebut memiliki dimensi ekonomi melalui pelibatan kelompok masyarakat marginal dalam proses pengolahan limbah tekstil.

Herline mengatakan kelompok masyarakat yang terlibat mendapatkan pelatihan sekaligus kesempatan mengerjakan proyek pengolahan seragam bekas.

Dengan demikian, aktivitas upcycling tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang peningkatan keterampilan dan penghasilan.

"Dari kolaborasi ini, kami mau memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang secara ekonomi. Mereka mendapatkan training, bisa mengerjakan proyek ini, dan mengembangkan penghasilan," katanya.

Herline mengatakan keberlanjutan menjadi bagian dari upaya J&T Express untuk membangun bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.

Program tersebut sekaligus menunjukkan potensi penerapan ekonomi sirkular di industri logistik, terutama melalui pemanfaatan kembali material yang berasal dari aktivitas operasional perusahaan.

Ke depan, J&T Express berharap inisiatif serupa dapat diperluas sehingga semakin banyak material operasional yang dapat digunakan kembali dan memiliki nilai ekonomi.

"Sebelas tahun ini, kita bukan mengukur seberapa besar J&T sudah, tapi seberapa lebih baik lagi kita bisa melayani dan memberikan layanan yang lebih baik di Indonesia," ujar Herline.

Baca juga: Logistik mahal, Purbaya minta standardisasi kargo udara segera rampung

Baca juga: Akademisi: Integrasi sistem kunci tingkatkan efisiensi logistik

Baca juga: Kemkomdigi siap atur bagi hasil adil bagi kurir dan pengantar makanan

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |