Pertamina EP tingkatkan kesiapsiagaan darurat di MOS Balongan

12 hours ago 4
Operasi hulu migas melibatkan banyak pihak. Karena itu kemampuan bertindak cepat, tenang, dan sesuai prosedur menjadi kunci keselamatan kami,

Indramayu (ANTARA) - PT Pertamina EP (PEP) Zona 7 meningkatkan kesiapsiagaan darurat di fasilitas Main Oil Storage (MOS) Balongan, Indramayu, Jawa Barat, melalui pelaksanaan Major Emergency Drill sebagai upaya penguatan keselamatan operasi hulu migas.

General Manager Zona 7 Pertamina EP Afwan Daroni dalam keterangannya di Indramayu, Sabtu mengatakan, latihan tersebut digelar pada Rabu (26/11) yang dirancang untuk memastikan semua unsur memiliki kemampuan merespons keadaan darurat secara sigap dan terkoordinasi.

Ia menyampaikan, latihan tersebut dipantau melalui tiga pusat kendali yang saling terhubung, yaitu Field Incident Command Post di MOS Balongan, Incident Management Team Zona 7 di Cirebon, dan Business Support Team Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa di Jakarta.

Menurut dia, koordinasi lintas lokasi diperlukan untuk memastikan alur komunikasi berjalan konsisten selama penanganan keadaan darurat, sehingga respons dapat diberikan secara cepat dan terarah.

Ia menyebutkan, sebanyak 216 peserta dari unsur Polres Indramayu, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, serta masyarakat di Desa Balongan Indramayu mengikuti rangkaian latihan tersebut.

“Operasi hulu migas melibatkan banyak pihak. Karena itu kemampuan bertindak cepat, tenang, dan sesuai prosedur menjadi kunci keselamatan kami,” katanya.

Latihan tersebut, kata dia, menampilkan skenario kebocoran minyak yang memicu serangkaian tindakan penanganan, mulai dari pemadaman, penyelamatan korban, evakuasi warga sekitar, hingga respons terhadap keberadaan drone ilegal yang memasuki area operasi.

Ia menuturkan, dalam simulasi itu, warga Desa Balongan turut mengikuti latihan evakuasi sebagai bentuk edukasi serta upaya perusahaan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keselamatan.

Ia menambahkan, latihan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai mekanisme penanganan insiden di lapangan.

“Kami ingin memastikan setiap anggota tim memahami perannya, sehingga keselamatan operasi tetap terjaga,” ujarnya.

Afwan juga menyoroti pentingnya komunikasi dengan masyarakat, mengingat lokasi MOS Balongan berdekatan dengan jalan raya dan sejumlah fasilitas vital.

“Keterlibatan warga menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan bersama,” katanya.

Sementara itu, Head of Communication Relations & CID Zona 7 Pertamina EP Wazirul Luthfi menyampaikan, kegiatan tersebut tidak hanya menguji aspek teknis penanganan darurat, tetapi juga memperkuat hubungan perusahaan dengan masyarakat.

Pihaknya ingin agar masyarakat merasa aman, memahami langkah-langkah yang harus dilakukan, dan melihat langsung bahwa setiap unsur keselamatan dioperasikan dengan terencana.

Seluruh rangkaian simulasi, kata dia, ditutup dengan evaluasi bersama guna menilai aspek yang berjalan baik dan mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan pada pelaksanaan berikutnya.

Ia menegaskan latihan berkelanjutan seperti ini, menjadi bagian dari komitmen perusahaan membangun budaya HSSE yang kuat untuk menunjang keberlangsungan operasi dan pelayanan energi bagi masyarakat.

“Kesiapsiagaan bukan hanya milik industri, tetapi juga menjadi pemahaman bersama antara perusahaan dan masyarakat,” tuturnya.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |