Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT Pertamina EP Rachmat Hidajat menyampaikan total produksi minyak dan gas bumi (migas) sebesar 205 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD) sepanjang 2025.
“Capaian sepanjang tahun lalu, mencerminkan kemampuan Pertamina EP dalam menghadirkan inovasi operasional yang terukur, menjaga keandalan kinerja, serta memperkuat ketahanan portofolio hulu,” ujar Rachmat dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Jumat.
PT Pertamina EP (PEP) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sebagai wujud tanggung jawab Perusahaan atas UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Kamis (5/6) di Kantor Pusat Pertamina EP di Jakarta.
Rapat ini dihadiri oleh pemegang saham utama yakni PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PT Pertamina Pedeve Indonesia, Dewan Komisaris, serta Direksi dan Manajemen PT Pertamina EP.
Dalam RUPST, kinerja Perusahaan tahun buku 2025 dipaparkan, yang meliputi bidang operasi dan produksi, eksplorasi, keselamatan, finansial, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan
Rachmat memaparkan sejumlah capaian perusahaan sepanjang 2025, seperti mengelola fasilitas hulu migas di 5 aset di 22 lapangan operasi darat (onshore) dan lepas pantai (offshore) yang tersebar di 13 provinsi di seluruh Indonesia, perusahaan mencatatkan produksi 68.338 barel minyak per hari (BOEPD), gas 792 juta standar kaki kubik (MMSCFD), dan total produksi minyak dan gas sebesar 205 ribu barel setara minyak per hari (MBOEPD).
Kinerja tersebut turut didukung pelaksanaan pengeboran 12 sumur eksplorasi dan 137 sumur pengembangan, serta penguatan kegiatan eksplorasi melalui akuisisi seismik 2D sepanjang 113 kilometer dan seismik 3D seluas 79 kilometer persegi. Upaya tersebut menghasilkan penemuan sumber daya 2C sebesar 133 MMBOE dan tambahan cadangan terbukti P1 sebesar 59 MMBOE.
“Melalui inovasi yang berkelanjutan, kami memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menata masa depan operasi migas yang lebih berkelanjutan dan resilien,” kata Rachmat.
Lebih lanjut, menurut Rachmat, komitmen terhadap inovasi tersebut tercermin dalam keberhasilan liquid onstream perdana Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Stage 1 di Lapangan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.
Pencapaian ini menandai dimulainya produksi cairan sebesar 400 barel fluida per hari, dengan kapasitas terpasang hingga 7.250 BLPD, sebagai bagian dari program Optimasi Pengembangan Lapangan Akasia Bagus–Gantar.
Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan Perusahaan dalam mengembangkan cadangan dan meningkatkan kapasitas produksi melalui inovasi operasional.
Seluruh tahapan pengembangan dijalankan dengan disiplin tinggi, didukung oleh pencapaian lebih dari 2,2 juta jam kerja selamat tanpa Lost Time Injury (Zero LTI) serta kolaborasi yang erat dengan para pemangku kepentingan.
“Pendekatan ini memastikan setiap fasilitas kami beroperasi sesuai standar kualitas, kapasitas desain, dan kesiapan jangka panjang, demi operasi hulu migas Perusahaan yang berkelanjutan,” kata dia.
RUPST Tahun Buku 2025 menegaskan komitmen Pertamina EP dalam menjalankan transformasi operasi yang adaptif dan berkesinambungan. Penguatan kinerja produksi, eksplorasi dan keuangan didukung dengan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), praktik Health, Safety, Security & Environment (HSSE), serta pengembangan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasi dan bisnis Perusahaan.
Baca juga: Pertamina EP Zona 4 tambah produksi 4.834 BOPD dari dua sumur
Baca juga: Pertamina EP Limau tambah produksi migas dari sumur baru Muara Enim
Baca juga: Pertamina EP dukung pemenuhan kebutuhan gas industri Jabar lewat PJBG
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































