Perkuat diplomasi di Samudera Hindia, Kemlu luncurkan Satgas IORA 2026

1 week ago 15

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri meluncurkan “Satuan Tugas Indian Ocean Rim Association (IORA) Indonesia 2026”, untuk memperkuat diplomasi di kawasan Samudera Hindia.

Peluncuran tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI Santo Darmosumarto dalam Rapat Koordinasi Penguatan Kerja Sama Indonesia pada IORA, yang dihadiri oleh jajaran kementerian/lembaga terkait dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Padang, Senin (10/8).

Dalam sambutannya, Dirjen Santo menegaskan bahwa efektivitas diplomasi Indonesia di IORA ditentukan oleh konsistensi dan sinergi domestik.

“Kita harus mengubah pola koordinasi dari ad-hoc menjadi koordinasi yang aktif, terstruktur, dan berkelanjutan,” kata Santo dalam keterangan Kemlu RI, Selasa.

Reaktivasi satgas yang diinisiasi sejak 2025 ini merupakan wujud nyata sinergi pemerintah untuk mengawal kepentingan nasional di Samudera Hindia.

Kawasan ini dinilai bukan sekadar jalur pelayaran lintas benua, melainkan ruang strategis tempat bertemunya dinamika geopolitik dan geoekonomi global—menjadikan IORA sebagai wadah yang krusial.

Indonesia memanfaatkan forum IORA ini sebagai instrumen strategis untuk memajukan prioritas nasional, seperti keamanan maritim, ekonomi biru, penanggulangan bencana, perdagangan dan investasi, hingga pemberdayaan ekonomi perempuan.

Keberadaan Satgas IORA 2026 diharapkan dapat lebih mendorong Indonesia untuk perumusan usulan program kerja konkret yang berdampak nyata di kawasan.

Selain itu, satgas juga diharapkan dapat mengawal agenda strategis selama Keketuaan Indonesia pada Kelompok Kerja Ekonomi Biru IORA, mendorong sinergi lintas sektor, mengoptimalkan pemanfaatan pendanaan khusus IORA sekaligus memperkuat kemitraan dengan negara mitra dialog IORA.

Dalam pertemuan dengan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Dirjen Santo menegaskan potensi besar Sumatera Barat—yang posisinya menghadap langsung ke Samudera—dalam pengembangan kerja sama kawasan yang dapat berkontribusi bagi pencapaian agenda nasional, terutama peningkatan konektifitas, ketahanan energi, dan pangan.

Pada kesempatan tersebut juga telah diidentifikasi beberapa kegiatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan kerja sama dengan negara-negara di kawasan lingkar Samudera Hindia untuk tahun 2027.

Baca juga: Kemlu: Indonesia tegaskan kepemimpinan akuakultur dan ekonomi biru

Baca juga: Bangladesh dorong pengembangan ekonomi biru

Baca juga: Indonesia serukan pentingnya kerja sama masa pandemi pada forum IORA

Pewarta: Yashinta Difa
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |