Perang Timteng, DPR ingatkan keamanan jamaah umrah mandiri di Saudi

5 hours ago 1
Yang harus diawasi itu adalah keberadaan jamaah umrah mandiri

Cirebon (ANTARA) - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina mengingatkan pentingnya memastikan keamanan jamaah umrah mandiri yang saat ini berada di Arab Saudi dan terdampak situasi konflik di Timur Tengah.

“Yang harus diawasi itu adalah keberadaan jamaah umrah mandiri,” kata Selly dalam keterangannya di Cirebon, Jawa Barat, Rabu.

Ia mengatakan keberadaan jamaah umrah mandiri harus menjadi perhatian, karena pola keberangkatan dan kepulangan mereka berbeda.

Menurut dia, sebagian jamaah umrah mandiri berpotensi kembali ke Tanah Air tidak melalui penerbangan langsung, melainkan melalui negara-negara transit.

“Mereka bisa saja melakukan kepulangan tidak menggunakan pesawat yang direct, langsung ke Indonesia, tetapi berangkat melalui negara-negara transit,” katanya.

Baca juga: Jamaah umrah "direct flight" ke Jeddah tak terganggu perang di Timteng

Dengan pola perjalanan tersebut, kata dia, pemerintah perlu melakukan koordinasi dengan negara-negara transit melalui perwakilan RI, baik KJRI maupun Konjen, terutama di negara yang terdampak konflik

Selly menuturkan DPR saat ini terus berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk melakukan advokasi terhadap 58.000 jamaah yang saat ini berada di Arab Saudi.

Koordinasi tersebut, lanjut dia, harus bersifat administratif serta diikuti langkah-langkah konkret guna memastikan perlindungan dan kepulangan jamaah berjalan aman.

Di luar itu, pihaknya mendorong Kemenhaj mengantisipasi kebutuhan akomodasi dan logistik apabila terjadi keterlambatan kepulangan jamaah.

Baca juga: Kemenhaj tegaskan negara jamin-lindungi jamaah umrah terkendala pulang

Ia menyampaikan antisipasi tersebut mencakup kemungkinan adanya Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau travel yang tidak bertanggung jawab dan menelantarkan jamaah di Arab Saudi.

“Sehingga mau tidak mau Kemenhaj harus juga melakukan sweeping terhadap para jamaah yang ada di sana (Arab Saudi),” ucap Selly.

Ia mengungkapkan berdasarkan pembaruan data terakhir, sebanyak 6.000 orang jamaah umrah telah dipulangkan ke Indonesia.

Selly menambahkan pemerintah akan terus memperbarui informasi secara berkala serta mengimbau masyarakat untuk menunda keberangkatan ibadah umrah selama kondisi di Timur Tengah belum sepenuhnya aman.

“Yang paling terpenting adalah mengimbau kepada para jamaah umrah di Indonesia, menunggu untuk bisa atau menahan diri untuk tidak melakukan pemberangkatan,” tutur Selly Andriany Gantina.

Baca juga: Kemenhaj: 6.047 orang jamaah umrah telah kembali ke Tanah Air

Baca juga: Imbas perang, pemerintah lahirkan 10 komitmen bersama soal umrah

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |