Penyakit hipertensi dan diabetes dominasi peserta JKN di Madiun

2 hours ago 1

Madiun (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Madiun mencatat hipertensi dan diabetes melitus menjadi penyakit dengan jumlah kasus terbanyak yang ditangani melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah setempat.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun Wahyu Dyah Puspitasari, di Madiun, Selasa, mengatakan tren penyakit hipertensi dan diabetes masih mendominasi diagnosis peserta JKN dari tahun ke tahun. Selain itu, penyakit jantung menjadi salah satu kasus yang juga banyak ditemukan di fasilitas kesehatan.

"Ini menjadi awareness bagi masyarakat karena sekarang dua penyakit ini sudah semakin menyerang usia yang lebih muda," ujarnya dalam kegiatan Forum Komunikasi bersama Pemkot Madiun.

Masyarakat, kata dia, perlu mulai memperhatikan pola hidup sehat sejak dini. Sebab, hipertensi dan diabetes yang tidak terkendali dapat memicu komplikasi, termasuk penyakit jantung.

"Gangguan pembuluh darah jantung itu awalnya bisa dari hipertensi, diabetes, maupun kolesterol. Jadi ini menjadi kewaspadaan bersama agar masyarakat lebih menjaga gaya hidup sehat supaya tidak sakit," katanya.

Sebagai upaya pencegahan dan penanganan, BPJS Kesehatan memiliki Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang merupakan program layanan kesehatan dengan pendekatan proaktif terintegrasi.

Program itu melibatkan peserta, fasilitas kesehatan, dan BPJS Kesehatan untuk pasien JKN penderita penyakit kronis, khususnya diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi.

Peserta Prolanis di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Madiun mencapai sebanyak 14.201 peserta untuk penderita hipertensi dan 12.785 peserta untuk pasien diabetes, dan kasus tersebut diperkirakan bertambah.

Mereka tergabung di 6.000-an klub Prolanis di seluruh wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Madiun, yang meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, dan Kabupaten Ponorogo.

Bahkan, tambah dia, Prolanis juga menyasar peserta usia muda yang disebut Prolanis Muda bagi penderita hipertensi dan diabetes berusia di bawah 45 tahun.

Melalui program itu, peserta mendapatkan edukasi kesehatan, pendampingan aktivitas fisik, serta pemantauan kondisi kesehatan secara rutin setiap bulan.

Wahyu menambahkan tujuan dari Prolanis Muda tersebut agar penyakit hipertensi dan diabetes dapat terkendali dan komplikasi dapat dicegah sedini mungkin.

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |