- Minggu, 21 Juni 2026 17:09 WIB
Masyarakat adat melakukan prosesi ngalung sesajen saat upacara adat Ngertakeun Bumi Lamba di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (21/6/2026). Upacara adat Ke-18 sunda nusantara sabuana Ngertakeun Bumi Lamba yang dihadiri oleh berbagai masyarakat adat, suku, ras dan agama di Indonesia tersebut ditujukan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena telah menjadikan alam semesta yang menopang kehidupan sekaligus upaya untuk menjaga alam dan lingkungan. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/agr
Masyarakat adat mengarak jampana saat upacara adat Ngertakeun Bumi Lamba di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (21/6/2026). Upacara adat Ke-18 sunda nusantara sabuana Ngertakeun Bumi Lamba yang dihadiri oleh berbagai masyarakat adat, suku, ras dan agama di Indonesia tersebut ditujukan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena telah menjadikan alam semesta yang menopang kehidupan sekaligus upaya untuk menjaga alam dan lingkungan. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/agr
Masyarakat adat mengikuti upacara adat Ngertakeun Bumi Lamba di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (21/6/2026). Upacara adat Ke-18 sunda nusantara sabuana Ngertakeun Bumi Lamba yang dihadiri oleh berbagai masyarakat adat, suku, ras dan agama di Indonesia tersebut ditujukan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena telah menjadikan alam semesta yang menopang kehidupan sekaligus upaya untuk menjaga alam dan lingkungan. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/agr
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































