Jakarta (ANTARA) - Ketua Bidang V Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Anthony Leong mendorong pemerintah segera mengambil langkah strategis dan terukur guna menghadapi penguatan dolar Amerika Serikat (AS) yang terus memberi tekanan terhadap rupiah.
Menurutnya, situasi nilai tukar yang mendekati level Rp17.900 per dolar AS tidak boleh hanya disikapi dengan menjaga sentimen pasar, tetapi harus direspons melalui kebijakan nyata yang mampu menjaga stabilitas dunia usaha dan daya beli masyarakat.
"Pemerintah perlu menghadirkan insentif sementara agar pelaku usaha tetap mampu menjaga operasional dan tidak tertekan oleh lonjakan biaya akibat penguatan dolar," kata Anthony dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Anthony menilai bahwa sektor usaha nasional, khususnya industri yang masih bergantung pada bahan baku impor, saat ini menghadapi tekanan cukup berat akibat meningkatnya biaya produksi.
Karena itu, pemerintah dinilai perlu memberikan perlindungan jangka pendek bagi sektor-sektor produktif seperti makanan dan minuman, tekstil, elektronik, serta UMKM berbasis impor bahan baku.
Menurut Anthony, bentuk dukungan tersebut dapat berupa pengurangan pajak, subsidi bunga kredit, relaksasi pembayaran pinjaman, hingga insentif logistik bagi sektor yang terdampak langsung oleh pelemahan rupiah.
Ia mengingatkan, banyak pelaku usaha berpotensi mengalami tekanan margin yang dapat berujung pada pengurangan tenaga kerja apabila pemerintah tidak mengambil langkah cepat.
Di sisi lain, menurutnya, kondisi ini juga harus dijadikan momentum untuk mempercepat substitusi impor dan memperkuat struktur industri nasional. Ia mengatakan, Indonesia terlalu lama bergantung pada bahan baku impor sehingga gejolak kurs selalu berdampak langsung terhadap biaya produksi dalam negeri.
Anthony pun mendorong pemerintah mempercepat industrialisasi, membangun rantai pasok lokal yang kuat, memberi prioritas pada penggunaan produk dalam negeri, serta memberikan insentif kepada perusahaan yang meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
"Kalau bahan baku lokal kuat, tekanan dolar tidak langsung mengguncang biaya produksi nasional. Ini momentum untuk memperkuat industri nasional secara serius," kata Anthony.
Selain itu, ia melihat bahwa kondisi saat ini dapat menjadi peluang bagi peningkatan ekspor nasional. Dalam hal ini, Anthony meminta pemerintah agar mendorong lebih banyak UMKM masuk ke pasar global dengan memberikan pembiayaan ekspor yang lebih murah, pelatihan digital export, bantuan sertifikasi internasional, serta membuka akses marketplace global bagi pelaku usaha lokal.
Menurut dia, pengusaha Indonesia harus mulai diarahkan agar memiliki sumber pendapatan berbasis dolar sehingga tidak hanya bergantung pada pasar domestik.
Anthony juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas energi dan pangan nasional. Ia meminta pemerintah menjaga harga BBM, listrik, dan bahan pangan pokok agar inflasi tidak semakin tinggi dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Ia mengingatkan bahwa konsumsi domestik masih menjadi penopang utama ekonomi Indonesia, sehingga stabilitas harga kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas pemerintah di tengah tekanan global.
Selain itu, Anthony juga mengingatkan agar kebijakan stabilisasi rupiah tidak sepenuhnya dibebankan melalui kenaikan suku bunga yang terlalu agresif. Menurutnya, bunga tinggi justru berisiko membuat kredit usaha melambat, investasi tertahan, dan konsumsi masyarakat melemah.
"Yang harus dijaga adalah keseimbangan antara stabilitas rupiah dan keberlangsungan dunia usaha. Jangan sampai dunia usaha justru kehilangan ruang untuk tumbuh akibat tekanan biaya dan bunga yang terlalu tinggi," kata Anthony.
Anthony pun optimistis Indonesia tetap mampu menghadapi tekanan ekonomi global apabila pemerintah fokus memperkuat sektor produktif nasional, memperluas ekspor, menjaga daya beli masyarakat, serta memperkuat ketahanan UMKM sebagai fondasi utama perekonomian nasional.
Baca juga: Hipmi dorong penguatan sinergi dengan JCI bawa pengusaha go global
Baca juga: Pemerintah ajak Hipmi terlibat dalam proyek PLTS 100 GW
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































