Pengisian BBM di SPBU Nagan Raya menunggu petugas selesai shalat Tarawih

34 minutes ago 1

Nagan Raya, Aceh (ANTARA) - Antrean kendaraan di SPBU Jalan Lintas Barat Sumatera ruas Meulaboh-Tapaktuan, tepatnya di Alue Bili, Kabupaten Nagan Raya, Aceh mengular namun berlangsung tertib pada Minggu malam.

Pengisian bahan bakar di lokasi tersebut harus menunggu petugas SPBU selesai melaksanakan shalat Tarawih.

“Petugasnya masih shalat Tarawih, kita juga masih menunggu ini,” kata Syafii (48), sopir truk angkutan barang yang ditemui saat mengantre di SPBU tersebut.

Menurut dia, antrean kendaraan di SPBU itu sebenarnya sudah biasa terjadi. Namun selama bulan Ramadhan antrean menjadi lebih panjang karena tidak semua SPBU beroperasi hingga malam hari.

Ada lima SPBU di wilayah tersebut, namun empat di antaranya menutup layanan setelah waktu Magrib, sementara hanya satu yang beroperasi hingga sekitar pukul 21.00-22.00 WIB.

Baca juga: 2.070 warga asal daerah bencana di Aceh manfaatkan program mudik gratis

“Magrib SPBU di sini tutup, ada yang sesudahnya buka sampai jam 9-10 malam. Ada juga yang tidak buka lagi. Nah di sini yang terbesar jadi semua ke sini di tempat kita sekarang ini,” katanya.

Meski demikian, Syafii mengaku kondisi ketersediaan bahan bakar saat ini jauh lebih baik dibandingkan beberapa waktu lalu setelah wilayah tersebut dilanda banjir yang sempat mengganggu pasokan BBM.

Hal senada disampaikan Geri (22), sopir mobil bak terbuka yang juga warga setempat. Ia mengatakan pada akhir Desember tahun lalu masyarakat sempat kesulitan mendapatkan BBM karena sejumlah SPBU tutup akibat terputusnya pasokan. Saat itu, warga bahkan terpaksa membeli Pertalite dari pedagang eceran dengan harga Rp20.000 - Rp30.000 per botol air mineral atau sekitar 1,2 liter.

“Sudah lebih aman sekarang. Walau antre bensinnya ada. Waktu itu pernah saya antre lama, tinggal dua mobil lagi, petugas bilang bensinnya habis,” ujarnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan memanjang hingga menggunakan bahu jalan di kedua sisi, baik kendaraan berbahan bakar solar maupun Pertalite. Setiap kendaraan diwajibkan menggunakan kode batang untuk pengisian BBM dan dibatasi maksimal satu kali pengisian per hari.

Baca juga: PMI beri bantuan tunai Rp2,3 miliar untuk korban banjir Aceh Tamiang

SPBU tersebut memiliki empat mesin pompa yang melayani Pertalite untuk mobil dan sepeda motor serta bio solar untuk kendaraan diesel.

Setelah lebih dari dua jam menunggu dari pukul 20.55 sampai 22.44 WIB, shalat Tarawih di masjid yang tidak jauh dari kompleks SPBU selesai. Satu per satu petugas kemudian datang, lampu SPBU dinyalakan, dan layanan pengisian bahan bakar kembali dibuka.

Sejumlah kendaraan yang mengantre termasuk dua mobil double gardan yang ditumpangi lima pewarta ANTARA yang tergabung dalam tim liputan khusus “Bangkit Sumatera” terkait percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Gayo Lues, Aceh.

Tim tersebut dijadwalkan melanjutkan perjalanan dari Meulaboh melintasi Nagan Raya menuju Desa Tetinggi, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, dengan estimasi waktu tempuh sekitar enam - tujuh jam.

Desa Tetinggi merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup signifikan akibat bencana banjir dan tanah longsor akhir November tahun lalu. Berdasarkan laporan yang diterima ANTARA, sedikitnya 60 keluarga di desa tersebut hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian.

Baca juga: BNPB kerahkan mobil dapur umum untuk pengungsi banjir Gayo Lues
Baca juga: Banjir kembali rendam permukiman warga di Hutanabolon Sumut

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |