Pengamat: Infrastruktur digital harus hasilkan transfer teknologi

4 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Pengamat Telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengatakan pembangunan infrastruktur digital di Indonesia membutuhkan Foreign Direct Investment (FDI) karena berbiaya tinggi, namun yang tak kalah penting harus menghasilkan transfer teknologi.

"Investasi asing perlu diarahkan pemerintah agar menghasilkan transfer teknologi, peningkatan kompetensi SDM dan nilai tambah ekonomi bagi Indonesia," kata Heru saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, FDI atau penanaman modal asing (PMA) sangat penting, karena pembangunan data center atau infrastruktur digital membutuhkan modal yang besar, teknologi maju, dan kemampuan operasional yang tidak sedikit.

Akan tetapi, lanjut dia, pemerintah jangan hanya mengejar besarnya investasi yang masuk, karena yang terpenting investasi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi negara.

"Yang lebih penting adalah kualitas investasinya, seperti apakah membangun kapasitas baru, apakah menggunakan tenaga kerja lokal, melibatkan perusahaan Indonesia, membayar pajak di daerah, serta menciptakan ekosistem digital baru," ujar dia.

Heru menambahkan bahwa FDI harus bisa menjadi instrumen yang bisa membangkitkan kemampuan nasional dan jangan sampai Indonesia hanya sebagai tempat untuk pembangunan data center tanpa ada timbal balik pada kemampuan dalam negeri.

"FDI seharusnya menjadi pengungkit kemampuan nasional, bukan sekadar menjadikan Indonesia sebagai lokasi pembangunan gedung data center," katanya menambahkan.

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan peluang investasi pusat data (data center) di Indonesia kepada investor China dalam forum bisnis Indonesia-China Partnership Forum di Jakarta, Kamis (23/7).

Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Andi Maulana mengatakan perkembangan data center menjadi salah satu peluang investasi yang menjanjikan karena didukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang termasuk tercepat di Asia Tenggara.

“Perkembangan data center atau pusat data menjadi salah satu peluang investasi yang sangat menjanjikan,” kata Andi dalam forum bisnis yang dihadiri oleh perwakilan dari 27 perusahaan China itu.

Berdasarkan paparan BKPM yang mengutip Mordor Intelligence, nilai pasar data center Indonesia mencapai sekitar 1,44 miliar dolar AS pada 2025 dan diperkirakan meningkat menjadi 1,83 miliar dolar AS pada 2026.

Nilai tersebut diproyeksikan terus tumbuh menjadi 3,48 miliar dolar AS pada 2031 dengan laju pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 13,71 persen.

Sementara itu, nilai pasar data center global diperkirakan meningkat dari 386,71 miliar dolar AS pada 2025 menjadi 684,39 miliar dolar AS pada 2031.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |