Mengenal quiet luxury, gaya mewah yang tak banyak pamer

3 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Tren quiet luxury menghadirkan cara baru dalam menampilkan kemewahan melalui busana yang sederhana, berkualitas dan minim logo. Gaya ini mengutamakan potongan, bahan serta detail dibandingkan merek yang terlihat mencolok.

Istilah quiet luxury atau yang kerap dikaitkan dengan stealth wealth mulai semakin populer di dunia fesyen dalam beberapa tahun terakhir. Tren tersebut identik dengan pakaian berdesain minimalis, warna netral dan tampilan yang terlihat sederhana, tetapi tetap memberikan kesan mahal.

Baca juga: 9 sepatu yang cocok untuk dipadukan dengan celana ketat

Konsep ini sempat menjadi salah satu estetika fesyen yang paling banyak dibicarakan setelah popularitas serial "Succession", gaya busana selebritas hingga tren yang berkembang di media sosial. Vogue menyebut quiet luxury sebagai pendekatan yang menekankan kualitas dan desain tanpa mengandalkan logo besar.

Apa itu quiet luxury?

Quiet luxury secara sederhana dapat dipahami sebagai gaya berpakaian yang menampilkan kesan mewah secara lebih halus. Tidak ada keharusan menggunakan logo besar atau motif yang langsung menunjukkan harga sebuah barang.

Fokus utamanya berada pada kualitas material, jahitan, potongan pakaian, warna dan daya tahan sebuah produk. Karena itu, blazer dengan potongan rapi, celana berstruktur, kemeja polos, sweater berbahan berkualitas atau tas tanpa logo mencolok dapat menjadi bagian dari gaya ini.

Vogue menggambarkan estetika quiet luxury sebagai pakaian berkualitas tinggi dengan tampilan minim logo dan pendekatan minimalis.

Dengan kata lain, kemewahan dalam quiet luxury tidak harus terlihat dari jauh. Detilnya justru baru terasa ketika seseorang memperhatikan bahan, konstruksi dan kesesuaian pakaian.

Ciri khas gaya quiet luxury

Ada sejumlah karakteristik yang umum ditemukan dalam gaya quiet luxury.

Pertama, penggunaan warna yang cenderung netral seperti putih, krem, cokelat, abu-abu, hitam dan biru tua. Warna tersebut relatif mudah dipadukan dan memberikan kesan elegan tanpa terlihat berlebihan.

Baca juga: Tips memakai perhiasan emas agar terlihat trendi dan memukau

Kedua, potongan pakaian biasanya sederhana dan rapi. Blazer, celana bahan, kemeja, rok panjang, coat atau sweater dengan siluet klasik menjadi pilihan yang sering digunakan.

Ketiga, logo berukuran besar bukan menjadi fokus utama. Sebuah produk tetap dapat berasal dari rumah mode ternama, tetapi identitas mereknya dibuat lebih tersembunyi.

Keempat, kualitas bahan menjadi perhatian. Kasmir, wol, linen, katun berkualitas atau kulit dengan pengerjaan baik sering diasosiasikan dengan estetika ini.

Kelima, pakaian cenderung bersifat tak lekang waktu sehingga dapat digunakan dalam berbagai kesempatan dan tidak terlalu bergantung pada tren musiman.

Mengapa quiet luxury terlihat mewah?

Kesan mewah dalam gaya ini tidak hanya berasal dari harga pakaian.

Potongan yang pas dengan tubuh, bahan yang terlihat berkualitas dan pemilihan warna yang harmonis dapat membuat pakaian sederhana terlihat lebih elegan.

Konsep tersebut juga berkaitan dengan gagasan bahwa kualitas dapat menjadi simbol status tanpa harus diperlihatkan secara terang-terangan. British Vogue sebelumnya mencatat adanya pergeseran dari logo menuju kualitas sebagai salah satu karakteristik konsumen kelas atas dalam periode meningkatnya popularitas quiet luxury.

Karena itu, dua pakaian dengan model hampir sama dapat memberikan kesan berbeda apabila kualitas material dan pengerjaannya berbeda.

Baca juga: Perpaduan katun dan rajut akan jadi tren fashion tahun ini

Bukan berarti harus menggunakan barang mahal

Salah satu kesalahpahaman mengenai quiet luxury adalah anggapan bahwa seseorang harus membeli produk dari merek mewah untuk mengikuti gaya tersebut.

Padahal, estetika ini lebih berkaitan dengan cara memilih dan memadukan pakaian. Vogue bahkan mencatat bahwa tampilan stealth wealth dapat diwujudkan melalui berbagai tingkat harga, tidak hanya produk desainer.

Seseorang dapat mengenakan kemeja polos, celana bahan dan sepatu sederhana selama keseluruhan tampilannya rapi dan memiliki warna yang selaras.

Hal terpenting adalah menghindari tampilan yang terlalu ramai, memilih pakaian dengan potongan yang sesuai dan memperhatikan kondisi pakaian agar tetap terlihat terawat.

Quiet luxury mulai berubah

Meski sempat sangat dominan, quiet luxury bukan berarti menjadi satu-satunya arah fesyen saat ini.

Pada 2026, dunia fesyen justru kembali memperlihatkan ketertarikan terhadap busana yang lebih ekspresif. Vogue mencatat tren musim panas 2026 mulai bergerak menjauh dari estetika quiet luxury yang serba kalem menuju pakaian dengan warna, grafis dan karakter personal yang lebih kuat.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa tren fesyen terus berputar. Gaya minimalis tetap memiliki tempat, tetapi konsumen juga semakin bebas menggabungkan elemen klasik dengan item yang lebih berani.

Baca juga: 8 cara sederhana merawat pakaian agar tetap awet

Mengapa tren ini tetap menarik?

Daya tarik quiet luxury tidak hanya berasal dari tampilannya, tetapi juga dari perubahan cara sebagian konsumen melihat produk fesyen.

Industri luxury global sendiri menghadapi perubahan perilaku konsumen. McKinsey dalam laporan 2026 menyebut konsumen semakin mempertimbangkan nilai, sementara pasar barang mewah diperkirakan tumbuh lebih moderat dibandingkan periode sebelumnya.

Bain & Company juga memperkirakan pengeluaran untuk produk barang mewah pribadi pada 2026 tumbuh sekitar 2 hingga 4 persen dalam skenario dasarnya, setelah pasar mengalami periode yang lebih sulit.

Dalam kondisi tersebut, kualitas, daya tahan dan nilai sebuah produk menjadi semakin penting bagi konsumen.

Cara menerapkan quiet luxury sehari-hari

Untuk mendapatkan tampilan quiet luxury, seseorang tidak harus mengganti seluruh isi lemari.

Mulailah dengan memilih beberapa pakaian dasar seperti kemeja putih, celana bahan, blazer, sweater polos atau rok dengan potongan klasik. Pilih warna yang mudah dikombinasikan dan hindari terlalu banyak motif dalam satu penampilan.

Perhatikan pula ukuran pakaian. Pakaian sederhana dengan ukuran yang pas biasanya terlihat lebih rapi dibandingkan pakaian mahal tetapi tidak sesuai dengan bentuk tubuh.

Aksesori juga sebaiknya dipilih secara proporsional. Jam tangan sederhana, tas dengan desain bersih atau sepatu klasik sudah cukup untuk melengkapi penampilan tanpa membuatnya terlihat berlebihan.

Pada akhirnya, quiet luxury bukan sekadar memakai barang mahal tanpa logo besar. Tren ini lebih menekankan kualitas, kesederhanaan, ketepatan memilih pakaian dan cara membawa diri.

Meski tren fesyen 2026 mulai kembali memberi ruang lebih besar untuk gaya ekspresif, prinsip berpakaian rapi dan berkualitas tetap menjadi bagian yang membuat estetika quiet luxury bertahan.

Baca juga: Baggy jeans bisa tetap terlihat rapi, ini cara memadukannya

Baca juga: Kiat padu padan pakaian berlapis di musim panas tanpa kesan gerah

Baca juga: Tips pilih pakaian berkualitas saat thrifting

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |