Indonesia-Bulgaria jajaki perluasan pasar pangan dan pertanian

3 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan Bulgaria menjajaki perluasan akses pasar produk pangan dan pertanian kedua negara sekaligus membuka peluang investasi serta kerja sama teknologi di sektor pangan.

Pembahasan dilakukan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Bulgaria Alexander Poulev dalam pertemuan di Jakarta, Senin (14/9).

"Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat industri pangan nasional sekaligus mendukung ketersediaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG)," kata Zulhas dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Selasa.

Kementerian Koordinator Bidang Pangan menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Indonesia menawarkan sejumlah produk unggulan untuk memperluas pasar di Bulgaria dan Eropa, antara lain kakao, kelapa, minyak sawit, serta produk pangan halal.

Pemerintah juga melihat Bulgaria memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu masuk produk Indonesia menuju pasar Eropa.

Selain perdagangan, Zulhas mengatakan Indonesia menawarkan peluang investasi kepada Bulgaria, khususnya dalam pengembangan peternakan sapi dan teknologi pengolahan susu di dalam negeri.

Bulgaria, pada sisi lain, menurut keterangan itu, menawarkan peluang penyediaan sejumlah komoditas pangan bagi pasar Indonesia, antara lain susu, daging sapi, jagung, dan tepung terigu.

Selain itu, ia mengatakan Bulgaria juga menyatakan kesiapan untuk mendorong investasi dan transfer teknologi di bidang pertanian dan pangan.

Indonesia dan Bulgaria, menurut dia, memandang penguatan perdagangan pangan dapat memberikan manfaat bagi kedua negara, dengan Indonesia sebagai akses menuju pasar Asia Tenggara dan Bulgaria sebagai salah satu pintu menuju pasar Eropa.

Kementerian menyebutkan bahwa kedua negara selanjutnya akan menindaklanjuti pembahasan teknis yang mencakup perdagangan, investasi, ketahanan pangan, teknologi pertanian, pengolahan pangan, sertifikasi halal, serta pengembangan rantai pasok pangan.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total perdagangan Indonesia-Bulgaria pada 2025 mencapai 230,8 juta dolar AS atau sekitar Rp4,08 triliun.

Ekspor Indonesia tercatat 147,4 juta dolar AS atau sekitar Rp2,60 triliun, sedangkan impor mencapai 83,1 juta dolar AS atau sekitar Rp1,47 triliun, sehingga Indonesia membukukan surplus 64,2 juta dolar AS atau sekitar Rp1,13 triliun.

Komoditas utama ekspor Indonesia ke Bulgaria antara lain bijih dan konsentrat nikel, aluminium tidak ditempa, produk besi dan baja, serta margarin.

Sementara impor Indonesia dari Bulgaria antara lain gandum dan meslin, peralatan medis, rempah-rempah, tembakau belum dipabrikasi, serta peralatan pertahanan.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Bulgaria pada 2026 memasuki usia 70 tahun. Bulgaria juga menawarkan posisinya sebagai gerbang bagi perusahaan Indonesia untuk menjangkau pasar Uni Eropa yang berpenduduk sekitar 450 juta jiwa.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |