Banjarmasin (ANTARA) - Kapal Rigid Bouyancy Boat (RBB) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin berhasil mengevakuasi 22 korban selamat Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 dari KRI Nala ke Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Selasa pagi, setelah pemindahan sebelumnya tertunda akibat cuaca dan gelombang tinggi di tengah laut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator, mengatakan, 22 korban tersebut dipindahkan menggunakan RBB Lanal Banjarmasin melalui dua sortie. Seluruh korban dalam kondisi selamat selama proses evakuasi dari KRI Nala menuju pelabuhan.
Pantauan pewarta di lapangan, Kapal RBB sortie pertama membawa 16 korban selamat dengan keseluruhan berjenis laki-laki dan tiba di Pelabuhan Trisakti sekitar pukul 09.45 Wita. Setelah turun dari kapal, 16 korban langsung didampingi untuk mendapatkan tindakan medis awal, guna memastikan kondisi kesehatan mereka setelah menjalani proses evakuasi dari tengah laut.
Kapal RBB sortie kedua membawa enam korban selamat terdiri atas satu perempuan dan lima laki-laki, selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesehatan awal.
“Jumlah korban yang berhasil dievakuasi dari KRI Nala di laut lokasi pencarian, berjumlah 22 orang. Keseluruhan 22 korban yang dipindahkan menggunakan RBB Lanal Banjarmasin, telah berhasil dibawa menuju daratan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai kondisi masing-masing,” ujar Sudayana.
Ia menjelaskan korban yang mengalami luka atau membutuhkan penanganan medis akan menjalani pemeriksaan dan triase di rumah sakit untuk menentukan tingkat kegawatan serta prioritas pelayanan berdasarkan kondisi masing-masing korban setelah tiba di darat.
“Ya, mungkin ada luka dan lain-lain itu masih dalam rumah sakit perawatan dan nanti akan ditriase, diberikan tanda apakah hijau, kuning, merah, dan lain sebagainya,” kata Sudayana.
Sudayana mengungkapkan, proses pemindahan korban dari KRI Nala ke RBB Lanal Banjarmasin seharusnya dilakukan pada Senin (14/9), tetapi kondisi alun dan gelombang yang tinggi di wilayah Tabunio serta waktu transfer yang sudah malam, membuat tim mengutamakan keselamatan korban dan personel SAR.
“Di daerah Tabunio itu alun dan gelombang sangat tinggi dan kondisi pada saat itu waktu transfer juga sudah malam hari. Jadi kita mengedepankan safety,” ujarnya.
Sudayana menuturkan pemindahan dilakukan pada Selasa pagi setelah kondisi cuaca lebih cerah dan alun di wilayah Muara Barito relatif landai, sehingga proses transfer dari KRI Nala menggunakan RBB Lanal Banjarmasin dapat berlangsung dengan lebih aman bagi seluruh korban dan personel yang terlibat.
Hingga Selasa (15/9) pukul 09.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi sebanyak 114 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia, sehingga masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang.
Dari 114 korban yang telah ditemukan, sebanyak 110 korban sudah tiba di Banjarmasin, terdiri atas 108 korban selamat dan dua korban dalam keadaan meninggal dunia. Sementara enam korban lain dalam keadaan meninggal dunia masih proses evakuasi menggunakan armada udara.
Kapal Virgo Transport 8 membawa 243 penumpang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9).
Baca juga: Basarnas ungkap bangkai Kapal Virgo di kedalaman dangkal 30 meter
Baca juga: Basarnas: Keterangan korban selamat KM Virgo jadi masukan bagi KNKT
Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































