Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengintervensi lonjakan harga beras medium di Kabupaten Mahakam Ulu yang menembus Rp19.000 per kilogram dengan menyalurkan 52.425 kilogram beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD).
Pimpinan wilayah Perum BULOG Wilayah Kaltim-Kaltara Musazdin Said di Samarinda, Senin, mengatakan harga beras medium di Mahakam Ulu saat ini berada pada kisaran Rp17.000 hingga Rp19.000 per kilogram, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp14.000 per kilogram.
"Sebagai bentuk intervensi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, dilaksanakan penyaluran beras cadangan pangan pemerintah daerah sebanyak 52.425 kilogram,” ujar Musazdin.
Beras dari Gudang BULOG Kantor Cabang Samarinda tersebut dikemas dalam 10.485 paket berukuran 5 kilogram.
Bantuan ini ditujukan untuk masyarakat di dua kecamatan terdampak.Rinciannya, Kecamatan Long Apari mendapatkan alokasi sebanyak 23.350 kilogram (4.670 paket) dan Kecamatan Long Pahangai memperoleh 29.075 kilogram (5.815 paket).
Musazdin menegaskan penyaluran CPPD merupakan bukti kehadiran pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat di wilayah hulu.
"Kami berharap penyaluran ini dapat mengurangi tekanan harga pangan di Mahakam Ulu, meningkatkan ketersediaan beras, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.
Berdasarkan alokasi CPPD Provinsi Kaltim, jumlah kuantum beras yang tersedia awalnya sebanyak 392.245 kilogram. Setelah disalurkan ke Mahakam Ulu, cadangan beras sisa sebanyak 339.820 kilogram.
Selain CPPD, BULOG juga mendistribusikan Bantuan Pangan kepada masyarakat Mahakam Ulu dengan total alokasi 115,47 ton.
Hingga saat ini, sebanyak 80,55 ton atau 69,76 persen telah terealisasi, sementara sisanya masih dalam proses distribusi.
Baca juga: Bulog siapkan penyaluran 110 ribu ton beras dan sidak pasar serentak
Baca juga: Wamenko: Harga gabah tembus Rp8.000 per kg, HET-HPP masih dikaji
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang SDA, Perekonomian, dan Kesra Puguh Harjanto mengatakan kondisi kemarau berkepanjangan sejak Juni menjadi perhatian bersama dalam mengantisipasi kerawanan bencana dan pangan di Mahulu.
Menurut Puguh, cuaca ekstrem ini mengganggu sejumlah pelayanan masyarakat. Oleh karena itu, kebijakan pangan diarahkan untuk menjaga stabilitas pasokan berdasarkan data lapangan dan mengendalikan potensi lonjakan harga.
"Pemerintah hadir dengan upaya pengendalian lonjakan harga dalam menjaga inflasi Kalimantan Timur," jelas Puguh.
Ia menambahkan, menyusutnya debit air Sungai Mahakam akibat kemarau menjadi tantangan distribusi dari Samarinda.
Untuk mengatasinya, logistik dikirim menggunakan kombinasi jalur darat dan perahu ketinting kecil agar tetap menjangkau kawasan pedalaman yang terisolasi.
Penyaluran bantuan pangan ini diserahkan secara resmi oleh Pemprov Kaltim kepada Pemkab Mahakam Ulu untuk segera didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Baca juga: Stabilkan harga, Bulog siapkan 300 ribu ton CBP jadi beras premium
Baca juga: BPS catat harga beras premium dan medium kompak naik pada Agustus
Pewarta: Arumanto
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































