Surabaya (ANTARA) - Pemprov Jawa Timur menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengurangi dampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang yang dilaksanakan sejak Rabu 26 November guna mengoptimalkan penanganan dampak erupsi tersebut.
"Kegiatan untuk mengurangi dampak cuaca ekstrem ini telah dimulai sejak Rabu (26/11) dan akan berakhir besok, Minggu (30/11),” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Sabtu.
Kegiatan itu berkolaborasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda.
Hingga saat ini, kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca dengan menggunakan Pesawat Cessna Caravan C208 Reg.
PK-SNM telah mencapai sembilan sorti, masing-masing dua sorti pada Rabu dan Kamis, tiga sorti pada Jumat, serta dua sorti pada Sabtu.
Setiap sorti menabur bahan semai sebanyak 1.000 kilogram, terdiri total 9.000 kilogram atau sembilan ton, yakni tiga ton natrium klorida (NaCl) dan enam ton kalsium oksida (CaO).
Sasaran penaburan meliputi wilayah perairan Selatan Jawa Timur, Selatan Malang, Barat Malang, Barat Gunung Semeru, Barat Daya Gunung Semeru, dan Utara Gunung Semeru.
“Khusus hari ini, kegiatan OMC telah berlangsung dua sorti dengan sasaran wilayah Barat Malang dan Utara Gunung Semeru,” ujar Gubernur Khofifah.
Pada kesempatan itu, Khofifah juga mengimbau masyarakat Jatim untuk waspada terhadap cuaca ekstrem dan angin kencang selama musim hujan.
“Cuaca ekstrem disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Jawa Timur. Saya meminta masyarakat berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah," katanya.
Baca juga: Pemkab Bangkalan kirim personel bantu penangan erupsi Semeru
Baca juga: Timwas Bencana DPR dorong akselerasi pemulihan pascabencana Semeru
Baca juga: Gunung Semeru delapan kali erupsi dengan tinggi letusan hingga 1 kilometer
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































