Pemprov Jatim kucurkan Rp46,8 miliar rehabilitasi sarana SMA/SMK  

4 hours ago 2

Jombang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengucurkan anggaran sebesar Rp46,8 miliar untuk rehabilitasi dan revitalisasi sarana dan prasarana (sarpras) di 51 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta.

Sekolah tersebut tersebar di wilayah Kabupaten Jombang, Nganjuk, dan Blitar. Rinciannya, Kabupaten Jombang menerima alokasi Rp13,9 miliar untuk 16 lembaga pendidikan, Kabupaten Nganjuk sebesar Rp13,3 miliar untuk 14 lembaga, serta Kabupaten Blitar sebesar Rp19,5 miliar untuk 21 lembaga pendidikan.

"Ini adalah bagian dari upaya menjaga mutu pendidikan menengah dan vokasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, kebutuhan dunia kerja, serta tantangan masa depan," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keterangannya di Jombang, Kamis.

Baca juga: Pemprov Jawa Timur revitalisasi 22 SMA/SMK/SLB Pasuruan-Probolinggo

Gubernur mengatakan revitalisasi dan rehabilitasi sarpras sekolah ini adalah bagian dari upaya untuk menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan menengah dan vokasi di Jawa Timur.

Selain itu, juga sebagai ikhtiar untuk membangun ekosistem pendidikan yang aman dan nyaman bagi warga sekolah.

"Suasana belajar makin tersupport oleh sarana prasarana, gurunya makin convinient (nyaman), ekosistem belajarnya makin membaik, anak-anak juga begitu, sehingga akan memacu pada prestasi-prestasi luar biasa," kata dia.

Gubernur Khofifah menambahkan pemprov telah meresmikan secara langsung untuk program tersebut.

Peresmian itu disebutnya bukan sekadar seremoni peresmian sarana dan prasarana, melainkan penegasan komitmen bersama bahwa pendidikan adalah prioritas utama dalam membangun sumber daya manusia Jawa Timur yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

"Ini bentuk keberpihakan negara agar proses belajar berlangsung lebih kondusif sekaligus bermutu," ujar dia.

Pendidikan, kata Gubernur Khofifah, adalah ikhtiar panjang yang hasilnya mungkin tidak langsung dirasakan hari ini, melainkan akan dituai oleh generasi mendatang. Oleh karena itu, peresmian rehabilitasi dan revitalisasi sarana prasarana hari ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan sebuah investasi peradaban.

Momentum ini menjadi penanda transformasi pendidikan Jawa Timur yang lebih luas. Pembangunan tidak berhenti pada pemenuhan fasilitas, melainkan diarahkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, memperdalam makna belajar, serta menyiapkan generasi yang tangguh menghadapi kompleksitas masa depan.

"Inilah wujud nyata komitmen kita dalam menjaga martabat pendidikan sekaligus merawat masa depan anak-anak kita," ujarnya.

Menurut Gubernur, sekolah adalah ruang tumbuh, tempat nilai, karakter, dan mimpi anak-anak kita dirajut. Karena itu, ketika pemerintah melakukan rehabilitasi dan revitalisasi sekolah, sesungguhnya yang sedang kita lakukan adalah menjaga martabat pendidikan sekaligus merawat masa depan generasi penerus.

Program tersebut tidak berhenti pada perbaikan sarana dan prasarana, melainkan juga diarahkan untuk menciptakan ekosistem belajar yang sehat mencakup ruang kelas yang aman, sanitasi yang layak, fasilitas penunjang pembelajaran yang memadai, serta suasana sekolah yang ramah anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengungkapkan revitalisasi dan rehabilitasi sarpras sekolah di wilayah Kabupaten Jombang, Nganjuk dan Blitar ini merupakan upaya pemerintah dan pemerintah provinsi Jawa Timur untuk terus memberikan pemerataan pendidikan yang layak.

Baca juga: Mendikdasmen: Revitalisasi sekolah bangkitkan pendidikan di Bireuen

Baca juga: Mendikdasmen izinkan revitalisasi sekolah sesuai kearifan lokal

Pada revitalisasi dan rehabilitasi itu, sekolah ini juga dilakukan pembangunan berbagai fasilitas baru untuk mendukung pembelajaran yang lebih modern dan relevan dengan kebutuhan saat ini.

Aries meminta agar seluruh warga sekolah turut serta menjaga fasilitas penunjang dan sarpras yang telah direvitalisasi dan direhabilitasi.

"Jangan sampai fasilitas ini hanya digunakan, tapi tidak dirawat, tidak diperhatikan, bahkan ditingkatkan fasilitasnya, sehingga sangat mendukung di dalam proses pembelajaran bagi guru dan murid-murid kita," kata Aries.

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |