Sentani (ANTARA) - Pemkab Jayapura, Papua berkomitmen memperkuat infrastruktur pendidikan di daerah ini dengan merevitalisasi sarana dan prasarana pada 19 jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK.
"Hari ini secara simbolis saya sudah meresmikan revitalisasi infrastruktur pendidikan di SMA Negeri 3 Sentani dan ini menandakan fasilitas setiap sekolah kami terus perbaiki," kata Bupati Jayapura, Papua, Yunus Wonda di Sentani, Jumat.
Menurut Wonda, selain pembangunan fisik pihaknya juga terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) agar pendidikan di Kabupaten Jayapura semakin maju dan berkembang.
"Dengan dibangun fasilitas sarana prasarana di sekolah ini juga menjadi komitmen kami untuk melakukan pemeringkatan pendidikan di Kabupaten Jayapura," ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Amelia Ondikeleuw mengatakan program revitalisasi infrastruktur dan sarana prasarana pendidikan merupakan upaya untuk meningkatkan fasilitas pendidikan di setiap sekolah.
"Revitalisasi infrastruktur dan sarana prasarana pendidikan merupakan program pemerintah pusat serta dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah," katanya.
Dia menjelaskan bantuan tersebut tidak hanya berupa pembangunan gedung sekolah tetapi juga penyediaan sarana penunjang pendidikan seperti komputer dan laptop bagi sejumlah sekolah.
"Bantuan perangkat teknologi paling banyak diberikan kepada jenjang PAUD dan SMP juga menerima bantuan laptop selain pembangunan gedung," katanya.
Kepala SMA Negeri 3 Sentani Elizabeth Kreuta mengatakan pihaknya mengapresiasi bantuan pembangunan sarana dan prasarana yang diberikan melalui program revitalisasi tersebut.
"Bantuan tersebut membantu sekolah memenuhi standar sarana dan prasarana pendidikan yang selama ini masih terbatas," katanya.
Dia menambahkan melalui program ini SMA Negeri 3 Sentani mendapatkan sejumlah fasilitas baru seperti asrama siswa, ruang unit kesehatan sekolah, ruang bimbingan konseling, toilet, serta dua gedung tambahan.
Pewarta: Ardiles Leloltery
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































