Pemkab Bogor jadikan Hulu Ciliwung prioritas gerakan lingkungan

5 hours ago 5

Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjadikan kawasan Hulu Ciliwung sebagai prioritas gerakan lingkungan melalui berbagai aksi konservasi yang digelar di Telaga Saat, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan kabupaten itu memiliki peran strategis sebagai wilayah hulu dan hilir dalam satu kesatuan ekoregion, sehingga upaya pelestarian lingkungan harus dilakukan secara menyeluruh.

“Selama ini kita sudah melakukan langkah-langkah untuk menjaga wilayah hilir. Ketika hilirnya kita sentuh, hulunya juga harus kita sentuh. Saat ini Pak Bupati ingin menyentuh wilayah hulu, karena sumber kehidupan kita berasal dari hulu,” kata Ajat di Telaga Saat Kabupaten Bogor, Jumat.

Baca juga: Bupati Bogor ajak daerah hilir ikut jaga hulu Sungai Ciliwung

Menurut dia, kawasan hulu memiliki fungsi penting sebagai daerah tangkapan air yang menopang kehidupan masyarakat di Kabupaten Bogor hingga wilayah hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bogor berupaya menjaga kualitas lingkungan di kawasan tersebut melalui berbagai kegiatan konservasi, mulai dari penebaran eco enzyme untuk membantu meningkatkan kualitas air, penanaman pohon, pelepasliaran satwa, hingga penebaran ikan yang disesuaikan dengan kondisi habitat setempat.

Ajat menjelaskan ikan yang ditebar dalam kegiatan tersebut dipilih berdasarkan kesesuaian dengan ekosistem perairan di kawasan hulu agar dapat mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Selain menjaga sumber daya air, Pemkab Bogor juga melakukan penanaman pohon pule air sebagai upaya memperkuat fungsi konservasi tanah dan menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan hulu.

“Kita ingin masyarakat bisa melihat secara langsung bahwa menjaga lingkungan itu membutuhkan proses. Karena itu, kita lakukan langkah-langkah yang manfaatnya bisa dirasakan dan dipahami masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Menteri LH ingatkan tak boleh ada bangunan permanen di hulu Ciliwung

Baca juga: Cegah banjir, KLH akan tinjau hulu Ciliwung untuk perbaikan vegetasi

Pada kegiatan Budaya Ngalokat Cai tersebut, Pemkab Bogor juga menebar 5.444 ekor ikan lokal, melepasliarkan 544 ekor burung, menaburkan eco enzyme ke perairan, membuat lubang biopori, serta mengukuhkan Forum Kampung Ramah Lingkungan (KRL).

Ajat menuturkan Forum Kampung Ramah Lingkungan diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengelola berbagai persoalan lingkungan mulai dari sampah, limbah, sumber daya air hingga pelestarian ekosistem di tingkat masyarakat.

Menurut dia, keberhasilan menjaga kawasan hulu tidak dapat dilakukan pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan masyarakat, komunitas, pelaku usaha, akademisi, dan media massa.

“Pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama agar kawasan hulu tetap terjaga, karena dari sinilah sumber kehidupan berasal,” katanya.

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |