Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen untuk mempererat hubungan bilateral dengan Arab Saudi, khususnya pada bidang kebudayaan.
"Kami sangat senang dengan kehadiran Yang Mulia (Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Republik IndonesiaFaisal Abdullah H. Amodi), kami berharap kerja sama kedua negara di bidang kebudayaan dapat terus diperkuat dan memberikan manfaat yang besar bagi ekosistem kebudayaan di kedua negara,” ujar Fadli Zon saat menerima kunjungan Duta Besar Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Republik Indonesia Faisal Abdullah H. Amodi, saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Indonesia-Arab Saudi telah menjalin hubungan persahabatan selama 76 tahun. Dalam pertemuan tersebut, Menbud membahas sejumlah potensi kerja sama strategis dalam penguatan budaya kedua negara, yang didukung oleh keragaman dan cakupan luas Objek Pemajuan Kebudayaan yang dimiliki Indonesia.
Baca juga: Menbud tekankan fungsi museum sebagai sarana edukasi sejarah
Menbud menyampaikan bahwa pembentukan Kementerian Kebudayaan sebagai kementerian mandiri merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemajuan kebudayaan.
Menteri Kebudayaan Kerajaan Arab Saudi Pangeran Badr bin Abdullah bin Farhan Al Saud juga direncanakan akan melakukan kunjungan kerja ke Jakarta dan akan melakukan penandatangan pembaruan Nota Kesepahaman Kebudayaan antara kedua negara yang akan berakhir di tahun 2027.
Menbud juga menyampaikan pencalonan Indonesia dalam keanggotaan UNESCO Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage periode 2026-2030. Fadli mengatakan dukungan Kerajaan Arab Saudi terhadap Indonesia akan memperkuat komitmen bersama dalam tata kelola dan pelestarian warisan budaya di tingkat global.
Indonesia juga mendorong kolaborasi dalam pengajuan ekstensi elemen Warisan Budaya Takbenda UNESCO, khususnya pada elemen Arabic Calligraphy yang telah terinskripsi secara multinasional, termasuk oleh Kerajaan Arab Saudi.
Selain itu, Indonesia menjajaki ekstensi elemen lain yang relevan dengan praktik hidup di kedua negara, seperti Majlis dan Date Palm.
Kedua negara juga menjajaki peluang kerja sama di sektor industri budaya termasuk perfilman. Menbud Fadli Zon melihat potensi produksi bersama serta festival film melalui Red Sea Film Festival yang berlangsung di Jeddah dan JogjaNETPAC Asian Film Festival (JAFF) di Yogyakarta.
Baca juga: Integrasi basis data talenta nasional dorong ekosistem budaya
Baca juga: Kemenbud berencana tambah tim ahli untuk cagar budaya
Baca juga: Kemenbud: Pengakuan adat Kedang Ipil picu semangat pelestarian budaya
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































