Pemerintah minta IsDB bantu memperkuat perdagangan RI-Arab Saudi

1 hour ago 1
Jamaah Indonesia adalah yang terbesar di dunia yaitu 1,77 juta pada 2024 dan diproyeksikan menjadi 3,3 juta pada  2030

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah meminta Bank Pembangunan Islam atau Islamic Development Bank (IsDB) memperkuat dukungan terhadap pengembangan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Arab Saudi.

Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan dukungan yang dimaksud termasuk perluasan akses ekspor ke negara-negara anggota IsDB lainnya di kawasan Timur Tengah dan Afrika.

Setelah melaksanakan pertemuan dengan Director of Strategy, Budget, and Corporate Performance Department IsDB Syurkani Ishak Kasim di Jeddah, Arab Saudi, 25 November 2025, Susiwijono menilai dukungan IsDB sangat dibutuhkan untuk memperkuat arus perdagangan komoditas unggulan Indonesia.

Komoditas yang potensial seperti kendaraan, minyak nabati, dan produk kayu.

Baca juga: Menilik perjuangan aksi iklim Indonesia dalam COP30 di Brasil

Pemerintah juga mendorong perluasan kerja sama ke pasar nontradisional di Timur Tengah dan Afrika guna membuka tujuan ekspor baru bagi pelaku usaha Indonesia.

Selain sektor perdagangan, pemerintah meminta IsDB berperan dalam pemanfaatan potensi ekonomi dari layanan rantai pasok dan logistik bagi jamaah umrah dan haji.

“Jamaah Indonesia adalah yang terbesar di dunia yaitu 1,77 juta pada 2024 dan diproyeksikan menjadi 3,3 juta pada 2030, sehingga sangat besar potensi ekonomi dari layanan rantai pasok dan logistiknya,” ujar Sesmenko Susiwijono.

Pemerintah juga menekankan pentingnya dukungan IsDB bagi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, termasuk pendalaman sektor keuangan dan penguatan instrumen keuangan syariah.

Baca juga: Perdagangan internasional China nyaris sentuh 4,29 triliun Yuan

Di sisi lain, IsDB diminta terus terlibat dalam pendanaan energi bersih melalui Energy Transition Mechanism (ETM) serta program energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari upaya pembangunan berkelanjutan.

Dalam aspek perdagangan antarnegara anggota, Indonesia mendorong pemanfaatan data IsDB untuk perencanaan kawasan ekonomi dan industri yang dapat terintegrasi dalam Halal Value Chain.

Pemerintah telah menyiapkan fasilitas melalui kawasan ekonomi khusus berbasis ekonomi syariah (KEK halal) untuk memperkuat nilai tambah dalam rantai pasok global negara-negara Islam.

Syurkani dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kemitraan panjang antara Indonesia dan IsDB.

Baca juga: "Coconut Channel" dukung "industri manis" China dan Indonesia

Ia menyebut ke depan akan ada lebih banyak program pengembangan kapasitas yang difasilitasi IsDB, termasuk kesempatan secondment, pelatihan, dan lokakarya bagi aparatur pemerintah Indonesia.

Adapun kerja sama Indonesia-IsDB telah terjalin sejak 1974, dengan total 352 proyek yang pernah didukung IsDB, termasuk 65 proyek yang masih berjalan di sektor pertanian, kesehatan, pendidikan, industri, energi, transportasi, dan keuangan.

Komitmen pembiayaan IsDB untuk Indonesia mencapai 7,2 miliar dolar AS.

Baca juga: Kemendag: Keterbukaan informasi jadi pilar ekosistem perdagangan

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |