MBG dinilai perkuat ketahanan pangan hingga tingkat desa

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Seknas Indonesia Maju (IM) Monisyah menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional hingga ke tingkat desa.

Melalui pelaksanaan MBG yang telah berjalan selama 11 bulan, kata dia, pemerintah membangun rantai pasok pangan berbasis ketahanan dengan melibatkan berbagai elemen produksi pangan dalam negeri.

"Melalui MBG akan terbentuk rantai pasok pangan berbasis ketahanan, dengan kualitas tinggi dan harga terjangkau. Ini bukan sekadar program bantuan makan, tetapi bagian dari misi peradaban Indonesia," kata Monisyah dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan, skema tersebut berpotensi mendorong perputaran ekonomi rakyat karena kebutuhan bahan pangan program disuplai secara masif dan berkelanjutan.

Program yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu, lanjutnya, menjadi instrumen strategis dalam membangun kemandirian pangan sekaligus menjamin kecukupan gizi anak-anak Indonesia.

Ia menambahkan, program tersebut bukan semata-mata pemenuhan janji politik, melainkan komitmen untuk membangun generasi bangsa melalui penguatan fondasi pangan dan gizi.

Terkait sejumlah dinamika di lapangan, termasuk laporan kasus paparan bakteri, Monisyah menilai hal tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi dalam implementasi program berskala nasional.

"Sangat lumrah di tingkat implementasi ada kekurangan. Justru itu menjadi bahan evaluasi agar ke depan semakin baik. Badan Gizi Nasional (BGN) akan terus melakukan penyempurnaan,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah mencapai lebih dari 60 juta orang atau setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan dalam sehari.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden dalam Peresmian dan Groundbreaking 1.179 SPPG serta Peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2).

Ia menyebut pemerintah juga telah berhasil membangun 23.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 38 provinsi Indonesia.

"Jumlah ini kira-kira setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan, tiap hari, atau sama dengan 10 kali Singapura, tiap hari, atau dua kali Malaysia, tiap hari," ujar Presiden Prabowo.

Ia menjelaskan program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menjamin pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga menyinggung berbagai kritik yang sempat muncul sejak program tersebut diluncurkan. Namun, Prabowo menilai realisasi MBG yang terus meningkat menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjalankan program strategis nasional.

Baca juga: Prabowo: Dapur MBG diproyeksi serap 1,5 juta pekerja

Baca juga: Pramono sebut MBG turunkan stunting dan angka kemiskinan di Jakarta

Baca juga: DKI teken kerja sama dengan Badan Gizi Nasional terkait MBG

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |