Pemerintah cermati dampak perdamaian AS-Iran terhadap harga BBM

2 hours ago 1
Dengan kembali terbukanya Selat Hormuz kan kita baru lihat penyesuaian terhadap harga lagi

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah masih mencermati dampak kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terhadap penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya nonsubsidi.

Airlangga menyebut pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu faktor yang akan diperhatikan dalam mencermati penyesuaian harga BBM tersebut.

"Dengan kembali terbukanya Selat Hormuz kan kita baru lihat penyesuaian terhadap harga lagi," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Dia mengatakan dampak perdamaian terhadap harga BBM tidak terjadi secara otomatis karena pemerintah masih perlu melihat implementasi dari perjanjian tersebut.

"Ini kan tidak otomatis, kita lihat juga implementasi daripada perjanjian perdamaian," kata dia.

Terkait waktu yang dibutuhkan hingga harga BBM non-subsidi mengalami penurunan, Airlangga mengatakan hal itu juga bergantung pada pendistribusian pasokan minyak yang sedang berjalan.

"Ya barangnya sampai di mana kan kita lihat," ucapnya.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan Pemerintah menyambut positif perdamaian AS-Iran. Perdamaian kedua negara tersebut diharapkan memberikan sentimen positif terhadap perekonomian nasional.

"Dan kita harus optimis ke depannya perekonomian kita akan berjalan baik, berjalan maju, apalagi tadi disampaikan juga dengan kesepakatan dari Presiden Trump dan juga pemerintah Iran, harga minyak juga tadi disampaikan sudah menurun di bawah 80 (dolar AS per barel) dan harapannya ini juga akan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian kita," kata Rosan usai mengikuti pengarahan oleh Presiden Prabowo Subianto terhadap jajaran direksi dan komisaris bank Himbara di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Diketahui, nota Kesepahaman untuk mengakhiri perang yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran telah ditandatangani oleh Presiden Iran dan Presiden AS.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump telah menandatangani naskah MoU secara digital dari jarak jauh pada Kamis dini hari.

Baca juga: Bakom ajak masyarakat kawal kebijakan BBM bersubsidi tepat sasaran

Baca juga: BI sebut kenaikan BBM nonsubsidi potensi sumbang inflasi 0,25 persen

Baca juga: Pakar: Kesepakatan damai Iran-AS beri sentimen positif pasar energi

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |