Jakarta (ANTARA) - Pemanah recurve putri Indonesia Rezza Octavia menjadikan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sebagai sasaran antara dalam ambisinya untuk kembali tampil pada Olimpiade di Los Angeles 2028.
"Kalau saya pribadi, target saya ingin mendapatkan tiket Olimpiade. Entah dapat medali atau tidak, saya ingin mendapatkan tiket Olimpiade," kata Rezza di Jakarta, Senin.
Pemanah 25 tahun itu telah mencicipi panggung Olimpiade ketika memperkuat Indonesia pada Paris 2024. Aichi-Nagoya akan menjadi Asian Games keduanya setelah tampil pada Hangzhou 2022 yang digelar pada 2023.
Ketika ditanya mengenai posisi Asian Games dalam perjalanan kariernya menuju Olimpiade berikutnya, Rezza mengatakan ajang multicabang terbesar di Asia tersebut bukan tujuan akhir.
"Jadi saya melihatnya ini sasaran antara," ujar Rezza.
Ambisi Rezza menuju Los Angeles memiliki jalur langsung dari Aichi-Nagoya karena Asian Games 2026 menjadi salah satu ajang awal perebutan kuota panahan Olimpiade 2028.
Berdasarkan sistem kualifikasi yang dirilis World Archery, dua atlet terbaik pada nomor recurve individual putra dan putri Asian Games memperoleh kuota Olimpiade untuk Komite Olimpiade Nasional (NOC) masing-masing.
Selain itu, NOC yang menjuarai nomor recurve beregu campuran Asian Games juga memperoleh masing-masing satu kuota putra dan putri menuju Los Angeles 2028. Kuota Olimpiade tersebut dialokasikan kepada NOC dan bukan langsung kepada atlet.
Baca juga: Nurfitriyana yakin panahan mampu kembali ukir prestasi di Olimpiade
Rezza mempunyai pengalaman mengejar tiket Olimpiade melalui Asian Games. Pada Hangzhou, dia mencatatkan skor 621 pada babak kualifikasi recurve putri dan menjadi salah satu dari dua wakil Indonesia yang melaju ke fase eliminasi perseorangan bersama Diananda Choirunisa.
Setahun kemudian, Rezza berhasil menembus Olimpiade Paris 2024. Di Paris, dia tampil pada nomor individual recurve putri serta beregu putri bersama Diananda dan Syifa Nur Afifah Kamal.
Kini Rezza memasang sasaran lebih tinggi menjelang Aichi-Nagoya dengan membidik skor sekitar 670 pada babak kualifikasi.
"Target skor saya ingin sekitar 670," kata Rezza.
Menurut dia, skor tersebut cukup baik untuk menghadapi persaingan di level Asia, meski hasil pada babak kualifikasi belum menjadi jaminan untuk meraih medali.
Rezza datang menuju Asian Games dengan modal medali emas SEA Games 2025 Thailand. Dia menjadi bagian dari tim recurve beregu putri Indonesia bersama Diananda dan Ayu Mareta Dyasari yang merebut emas.
Panahan Indonesia ketika itu keluar sebagai juara umum dengan enam emas dan dua perunggu.
Untuk Asian Games 2026, PB Perpani menyiapkan 10 pemanah yang terdiri atas enam atlet recurve dan empat compound.
Selain Rezza, sektor recurve diperkuat Riau Ega Agata Salsabilah, Alviyanto Bagas Prastyad, Ahmad Khoirul Baasith, Diananda Choirunisa, dan Fathiyya Erista Maharani.
Sementara nomor compound diisi Sostar Andaru Rinaldi, Ratih Zil'izati Fadhly, Yurike Nina Bonita Pereira, dan Nurisa Dian Ashrifah.
PB Perpani menargetkan setidaknya satu medali perak dari Aichi-Nagoya, meningkat dibanding Asian Games Hangzhou ketika Indonesia membawa pulang dua perunggu dari cabang panahan.
Pertandingan panahan Asian Games Aichi-Nagoya akan berlangsung di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Prefektur Aichi. Venue tersebut mempertandingkan nomor recurve dan compound.
Baca juga: Compound Indonesia bidik tiket Olimpiade 2028 lewat Asian Games 2026
Baca juga: Skuad ramping batasi pilihan panahan compound untuk Asian Games 2026
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































