BMKG laporkan jarak pandang di Batam berkurang imbas asap titik api

3 hours ago 3

Batam (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau (Kepri) melaporkan penurunan jarak pandang di wilayah Batam yang diduga dipengaruhi asap dari sejumlah titik api di Kepulauan Riau.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam Fitri Annisa mengatakan jarak pandang yang biasanya mencapai sekitar 10 kilometer pada kondisi cuaca cerah berawan, turun hingga sekitar 6 kilometer.

“Biasanya kondisi cuaca normal, yaitu cerah berawan, jarak pandang berkisar 10 kilometer. Namun, hari ini teramati kondisi jarak pandang menurun hingga mencapai 6 kilometer,” kata Fitri di Batam, Senin.

Baca juga: Jarak pandang akibat kabut asap di Batam berangsur normal

Menurutnya, penurunan jarak pandang tersebut dapat dipengaruhi keberadaan sejumlah titik api di wilayah Kepulauan Riau, termasuk Batam.

“Menurut kami bisa jadi disebabkan penurunan visibility atau jarak pandang ini dipengaruhi oleh adanya beberapa titik api atau hotspot di wilayah Kepulauan Riau, termasuk Batam,” kata dia.

Salah satu kebakaran terjadi di kawasan perbukitan dan semak belukar di Jalan Trans Barelang, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung pada Sabtu (22/8). Kebakaran tersebut menghanguskan lahan sekitar 35 hektare.

Fitri mengatakan meskipun lokasi kebakaran tidak berada di sekitar Bandara Hang Nadim, asap dapat terbawa angin hingga mencapai sejumlah wilayah lain.

“Walaupun titik apinya tidak berada di sekitar wilayah bandara, karena ada pengaruh angin, asap tersebut bisa sampai ke beberapa wilayah lain di Kota Batam, termasuk wilayah bandara,” ujarnya.

Ia mengatakan kondisi jarak pandang sekitar 6 kilometer masih memungkinkan untuk mendukung aktivitas penerbangan.

“Kalau 6 kilometer itu masih bisa. Biasanya 10 kilometer sangat jelas untuk take off, tetapi 6 kilometer masih bisa. Hanya memang tidak sejelas seperti biasanya,” katanya.

Baca juga: Tiga penerbangan dari Batam batal karena asap

Baca juga: Jarak pandang Bandara Hang Nadim memburuk

Menurut Fitri, penurunan jarak pandang mulai teramati pada Senin pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Kondisi asap juga tidak merata, karena dipengaruhi pergerakan angin dan kondisi atmosfer.

“Biasanya asapnya berkumpul terlebih dahulu, kemudian bercampur dengan udara pagi. Makanya di beberapa tempat terlihat lebih tebal, sementara di lokasi lain tidak terlalu tebal,” ujarnya.

BMKG, lanjutnya, terus melakukan pemantauan kondisi jarak pandang dan menyampaikan informasi kepada pemangku kepentingan terkait apabila terdapat perubahan kondisi yang berpotensi mempengaruhi aktivitas masyarakat maupun penerbangan.

Fitri mengimbau masyarakat ikut mencegah terjadinya kebakaran lahan dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun membakar sampah dan lahan secara sembarangan.

“Kalau melihat adanya kebakaran hutan atau lahan di sekitar, masyarakat diharapkan turut berperan aktif dalam membantu penanganan dan melaporkannya kepada pihak terkait,” katanya.

Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |