Pemain kurang fokus jadi penyebab PSIM dikalahkan Arema

4 hours ago 2

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pelatih PSIM Yogyakarta Jean Paul Van Gastel menyatakan kekalahan 3-1 dari Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terjadi karena pemain kurang fokus pada babak pertama.

"Saya pikir di babak pertama tidak banyak pemain yang fokus ke dalam pertandingan dan langsung dihukum oleh gol akibat kesalahan sendiri," kata van Gastel.

Gol pertama Arema pada menit ke-2 tercipta setelah Dalberto Luan menusuk ke dalam kotak penalti PSIM, kemudian melepaskan umpan matang kepada Joel Vinicius yang mengoyak gawang Cahya Supriadi.

Dia menilai Arema sukses memaksimalkan keunggulan fisik pemain-pemainnya.

Oleh karena itu, saat waktu istirahat pergantian babak van Gastel mengganti taktik agar timnya tampil menyerang.

Perubahan taktik itu membuat PSIM berani mengambil resiko bermain lebih ofensif.

Baca juga: Imran Nahumarury janji tetap bertahan di Semen Padang

Tapi tak berjalan maksimal karena Arema FC malah menggandakan kedudukan melalui gol Dalberto Luan pada menit ke-48.

Dia menilai timnya berhasil bangkit ketika Deri Corfe membuat gol balasan pada menit ke-52.

"Tapi kami kembali kebobolan gol ketiga yang prosesnya sangat bagus itu," ujarnya.

Gol ketiga Arema dicetak oleh Valdeci Moreira pada menit ke-88 melalui tendangan jarak jauh melengkung.

Pelatih asal Belanda ini menyebut secara teknis klub peserta kompetisi Super League banyak yang mengandalkan transisi cepat dan low block sehingga menyulitkan tim yang mengandalkan penguasaan bola.

"Saya melihat di liga ini banyak tim yang bisa terdegradasi tapi banyak juga tim yang bisa masuk ke dalam peringkat lima besar," tuturnya.

Baca juga: John Herdman lebih pilih nonton Persija

Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |