Panti Sosial Cipayung beri layanan kesehatan dan terapi untuk 103 anak

10 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Panti Sosial Asuhan Anak Balita (PSAA) Tunas Bangsa, Cipayung, Jakarta Timur memberikan layanan kesehatan serta terapi terhadap 103 anak yang dirawat.

"Untuk penanganannya, di PSAA balita ini, anak-anak diberikan layanan kesehatan, pemeriksaan kesehatan, pendidikan, sosial, hingga pendampingan psikologis," kata Kepala Panti Sosial Asuhan Anak Balita (PSAA) Tunas Bangsa Rida Mufrida di Cipayung, Jakarta Timur, Jumat.

Tak hanya itu, dia menjelaskan, lembaga tersebut juga memberikan berbagai layanan komprehensif bagi anak-anak yang dirawat, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pendampingan psikologis.

Menurut dia, PSAA Tunas Bangsa merupakan unit pelayanan sosial di bawah naungan Dinas Sosial yang berfokus pada pengasuhan anak-anak, khususnya bayi dan balita yang membutuhkan perlindungan serta perawatan khusus.

Panti tersebut juga memiliki tenaga profesional untuk mendukung tumbuh kembang anak, di antaranya psikolog, guru pendidikan anak usia dini (PAUD), serta tenaga terapi yang membantu perkembangan kemampuan anak.

Selain itu, anak-anak juga mendapatkan berbagai bentuk terapi, antara lain terapi bicara dan terapi motorik guna membantu perkembangan fisik maupun kemampuan komunikasi mereka.

Dalam aspek kesehatan, PSAA Tunas Bangsa bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Cipayung untuk memastikan kondisi kesehatan anak-anak tetap terpantau.

Pemeriksaan dilakukan melalui kegiatan posyandu mandiri yang digelar dua kali setiap bulan, yakni pada Selasa pekan pertama dan Selasa pekan keempat.

"Pemeriksaan kesehatan kami lakukan bekerja sama dengan Puskesmas Cipayung melalui posyandu mandiri dua kali dalam sebulan," ujar Rida.

Baca juga: Pihak panti Cipayung tegaskan adopsi bayi harus lewat asesmen ketat

Tak hanya itu, pihak panti juga melakukan pemantauan rutin terhadap perkembangan anak. Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh para pengasuh untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.

Rida menambahkan anak-anak yang dirawat di PSAA Tunas Bangsa tidak hanya berasal dari kategori anak terlantar. Sebagian dari mereka juga merupakan anak dari keluarga yang secara ekonomi tidak mampu merawat anaknya.

"Ada juga anak yang kedua orang tuanya dikategorikan miskin dan tidak mampu merawat anaknya. Mereka bisa dititipkan di Balita Tunas Bangsa, tapi harus melalui rujukan dari lembaga," jelas Rida.

Panti tersebut juga menerima penitipan anak dari lembaga lain, misalnya bayi yang lahir dari orang tua yang sedang menjalani perawatan di panti sosial orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"Contohnya, ada orang tua yang berada di panti ODGJ, kemudian melahirkan, anaknya bisa dititipkan di sini," ucap Rida.

Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 10 anak dari PSAA Tunas Bangsa telah diadopsi oleh orang tua angkat melalui proses yang berlaku.

Saat ini, jumlah anak yang dirawat di PSAA Tunas Bangsa mencapai 103 anak dengan rentang usia yang beragam. Rinciannya, sebanyak 30 bayi berusia 0-2 tahun, 22 anak berusia 2-4 tahun, serta 51 anak berusia 4-7 tahun.

Rida pun menegaskan seluruh anak yang berada di panti tersebut mendapatkan pengasuhan serta layanan yang dirancang untuk mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.

Baca juga: Bayi temuan di Jaksel diberi susu khusus tiap jam di Panti Cipayung

Baca juga: Panti Sosial Cipayung ungkap kondisi bayi yang ditemukan di Jaksel

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |